oleh

Kepala BPBD Akan Turunkan Tim Teknis Cek Pembangunan Badan Jalan Panaragan – Bandar Dewa

Lintasberita.id- Sikapi keluhan warga terkait pembangunan rekontruksi badan jalan Panaragan – Bandar Dewa, Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) senilai 6,5 milyar rupiah yang sudah retak dibeberapa bagian, Nizom,S.H. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat akan turunkan Tim Tehknis untuk meninjau kelokasi Pembangunan.

Dikatakannya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meninjau kelokasi pembangunan yang baru rampung dikerjakan itu dengan didampingi Tim tehknis kontruksi.

“Memang pekerjaan itu belum diserah terimakan dan masih dalam masa pemeliharaan, untuk itu nanti akan di cek dulu kelokasi bersama Tim teknis, jika memang ada kerusakan maka pihak rekanan harus memperbaiki dulu hasil pekerjaannya baru bisa diserah terimakan,” jelas Nizom saat dijumpai diruang kerjanya. Selasa (19/01/2021).

Nizom meminta, agar rekanan yang mengerjakan pembangunan rekontruksi badan jalan Panaragan – Bandar dewa tersebut selalu mengutamakan kwalitas yang memang sudah ditentukan oleh konsultan perencanaan sebelumnya.

“Harapan saya pihak rekanan slalu mengutamakan kwalitas sesuai dengan gambar dan RAB yang sudah ditentukan, jangan sampai hasil pekerjaan baru seumur jagung sudah rusak dan mendapat keluhan dari masyarakat sekitar,” imbaunya.

Hal itu dikatakannya atas adanya keluhan masyarakat sekitar yang menyampaikan keluhannya terkait hasil pekerjaan tersebut yang diduga asal jadi dan maraup untung terlalu besar. Pasalnya pekerjaan yang dikerjakan PT. Saraswati Cipta Talenta itu sudah terlihat retak serta tidak meratakan timbunan di kiri dan kanan badan jalan.

“Aneh, pekerjaan baru selesai tapi sudah banyak yang retak- retak. Pernah dihitung ada sekitar sembilan belas (19) titik keretakan yang sampai kedasar bangunan jalan, tentunya dihawatirkan bangunan ini tidak bertahan lama apalagi didaerah sini daerah rawan terjadi banjir. dan anehnya lagi yang ingin kami tanyakan itu yang terlihat kayak sambungan itu justru digerenda pakai gerenda untuk motong keramik, maksudnya untuk apa, itu yang dikasih aspal bukan sambungan, tapi memang sengaja digerenda dan atasnya diolesin aspal, “beber warga sekitar saat melihat hasil pembangunan dilokasi. Rabu (13/01/2021).

Dirinya juga menambahkan, pemilik pekerjaan juga seolah abai dan tidak bertanggung jawab dengan tidak meratakan timbunan dikanan dan kiri badan jalan, hal itu tentunya menyulitkan warga sekitar pada saat akan memasukan kendaraan kerumah.

“Itukan didepan rumah dan depan gudang karet saya juga timbunan tidak diratakan, selain itu tidak dibuatkan juga untuk akses kendaraan. Otomatis warga kesulitan untuk naik turun disitu, saya harap meskipun tidak dibuatkan akses untuk kendaraan paling tidak timbunan itu diratakan agar masyarakat sini tidak kesusahan. Ini malah ditinggal gitu aja, enak kalau kerjaannya bagus, kami masyarakat disini itu tau mana pekerjaan yang bagus dan mana yang ngambil untung terlalu banyak,” keluhnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed