Headline Pendidikan

Kepsek SDN 1 Kampung Baru Tepis Pemaksaan Foto Copy Buku Pelajaran

foto: red

Bandar Lampung, Lintasberita- Kepala Sekolah SDN 1 Kampung Baru Megawati, menepis adanya oknum guru yang memaksakan wali murid untuk memfoto copykan sejumlah buku pelajaran.

Hal tesebut diungkapkan Megawati saat menjawab konfirmasi Bongkar Post, di ruang kerjanya, Rabu (25/7) pagi lalu.
Megawati mengatakan, bahwa para guru disekolahnya tidak pernah memaksa wali murid untuk memfoto copykan sejumlah mata pelajaran. “Melainkan ada wali murid yang berinisiatif untuk memfoto copy. Dan itu bukan paksaan, cuma ada walimurid yang ingin memiliki buku dengan cara foto copy,” kata dia.

Terkait pengaduan yang disampaikan walimurid ke Bongkar Post, Megawati menduga bahwa ada pihak atau orang tua/walimurid yang tidak suka kepada pihak sekolah. “Jadi, mungkin saja ada yang tidak suka kepada kita. Sehingga, ngomong ke media,” ucap Mega bernada lembut.

Megawati yang sudah 9 tahun menjadi kepala sekolah (Kepsek) ini, mengaku salah satu kendala yang dihadapi sekolah saat ini adalah perubahan kurikulum dan keterbatasan buku pelajaran. “Dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006 ke kurikulum 2013, atau biasa disebut Kurtilas (Kurikulum 2013),“ terang dia.

Sementara untuk KTSP 2006 sendiri, kata dia, sampai saat ini masih terbilang kurang. “Apalagi tahun depan buku-buku ini tidak terpakai lagi, dan akan ditarik Dinas. Sehingga kita hanya mengndalkan buku-buku yang ada, seperti KTSP 2013 yang baru. Dan itu jumlahnya terbatas,” papar dia.

Ditanya apakah semua siswa ikut memfoto copykan pelajaran?, menurut Mega sapaan akrab Kepsek, tidak semua siswa foto copy. “Paling satu sampai tiga orang saja yang berinisiatif untuk mempoto copy,” jawabnya.

Menurut Mega, untuk metode pembelajaran kurikulum 2013, (Kurtilas) di SDN 1 Kampung Baru, kata dia, masih belum menyeluruh diterapkan. “Dan kedepan kami akan menambah buku-buku tersebut. “Dengan metode penarapan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari kelas 1 dan kelas 4, sedangkan untuk semester besok kelas 3 dan kelas 5. Jadi sekali lagi saya tegaskan kami tidak lagi membeli buku-buku KTSP 2006, karena buku-buku tersebut tidak terbit lagi,” jelasnya.

Pada sisi lain, Megawati juga mengakui jika sebelumnya pihak sekolah tidak melakukan komunikasi kepada para wali murid, terkait adanya kekurangan buku-buku pelajaran tersebut. Sehingga, terjadi kesalahfahaman, seperti sekarang ini, tandas dia.

-Siap Lakukan Cros Cek

Sebelumnya, Handry Kurniawan Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung bernjanji akan segera melakukan cros cek terhadap informasi yang disampaikan, terkait adanya dugaan pemaksaan siswa untuk mempoto copykan sejumlah mata pelajaran di SDN 1 Kampung Baru.

Tapi, menurut Handry, pihaknya akan berkordinasi terlebih dulu ke Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, selaku mitra. “Ya jika memang terbukti adanya pengaduan walimurid atas unsur pemaksaan poto copy mata pelajaran, kami akan melakukan cros cek. Tapi, sebelum cros cek, terlebih dulu saya berkordinasi ke Dinas Pendidikan Kota, selaku mitra,” kata Handry.

Pada sisi lain politisi PKS ini juga sangat menyayangkan jika pihak sekolah melakukan pemaksaan terhadap siswa. “Apalagi ini hanya masalah poto copy pelajaran. Yang tidak pantas dilakukan oleh pihak sekolah, apalagi guru yang tugasnya mendidik,” papar dia. (red/*)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

+ 53 = 59