oleh

Kepsek SDN 2 Gunung Agung Diduga Gelapkan Dana PIP 2017-2018

Lintasberita.id- Anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2017 dan 2018 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur mulai disoal wali murid.

Salah satu orang tua siswa, Jum’at (14/8) mengadukan dugaan penggelapan anggaran PIP oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) kepada Komisi Daerah (Komda) Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Lampung.

AK mengadu, jika anaknya yang merupakan salah satu siswa disekolah tersebut tidak menerima dana PIP di tahun 2017 dan 2018, sedangkan dari yang lainnya sudah menerima meski dibagikan di tahun 2020.

‚ÄúDari 52 siswa yang mendapat PIP tahun 2017 sampai 2018, cuma anak saya yang belum terima dana PIP. Tadinya 15 orang yang belum terima dana PIP tahun 2017 sampai 2018 Itu om, tapi yang lain sudah dibagi sama pihak sekolah. Yang saya heran, kok dana PIP tahun 2017 dan 2018 baru dibagikan tahun 2020 ini, kan aneh sampai 4 tahun lamanya,” kata AK.

Menurut AK, bahwa dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut sangat berguna bagi dirinya selaku wali murid, untuk membeli sepatu, buku dan alat tulis untuk anaknya belajar. Terkait jumlah tentu tak seberapa untuk ukuran yang mampu, tapi baginya sangat berarti.

“Kejadian itu bermula dari temuan dibuku rekening yang di bagikan guru kepada wali murid, setelah saya ngecek di Bank, pihak Bank membenarkan kalau dana PIP tahun 2017 dan 2018 tersebut sudah di cairkan pihak sekolah, begitu bahasa pihak Bank om,” terang AK.

M. Husin selaku Invit Tipikor LP-KPK menyayangkan kejadian tersebut, apa lagi dana PIP sudah dicairkan dan sudah 4 tahun berjalan baru dibagikan tahun ini.

“Saya tidak habis fikir kenapa bantuan yang seharusnya sudah di nikmati penerima 3-4 tahun lalu baru di bagikan tahun ini,” kata Husin.

Menurutnya, kasus tersebut mirip dengan kasus yang sedang ia dampingi saat ini. dia berencana akan membawa kedua kasus tersebut untuk diproses secara hukum.

“Menurut saya permasalahan ini sangat jelas bukan lagi faktor khilap atau tak sengaja,” jelas Husin.

Guna memberi efek jera, Husin berencana akan mendampingi orang tua murid melaporkan hal tersebut ke Polda Lampung serta Inspektorat Provinsi Lampung untuk mengungkap permasalahan yang terjadi. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed