oleh

Ketua Gapoktan Sebut Bagi -Bagi Jatah Pengadaan Pupuk Subsidi Kelompok Tani Desa Pugung Raharjo

Lintasberita.id- Ketua Gapoktan pada kelompok tani di Desa Pugung Raharjo, berusaha memberi iming- iming atau menjanjikan sejumlah uang kepada wartawan saat hendak mengkonfirmasi terkait keterlambatan pupuk bersubsidi. Tidak sampai disitu saja, Ketua Gapoktan tersebut mengaku jika memberikan jatah kepada para sejumlah oknum.

Bermula dari adanya beberapa ketua kelompok tani di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur yang mengeluhkan terlambatnya pupuk bersubsidi mulai dari awal bulan Mei hingga sampai saat ini belum juga tiba.

Sedangkan menurut S, salah satu ketua kelompok tani di desa tersebut mengatakan bahwa, semua uang untuk membeli pupuk sudah diberikan kepada ketua Gapoktan setempat. Kemudian wartawan mendatangi ketua Gapoktan di rumah kediamannya guna mengkonfirmasi terkait informasi yang di sampaikan oleh masyarakat tersebut.

Menurut Santo bahwa keterlambatan terjadi lantaran adanya kesalahan dalam pengiriman, ternyata dikirimkam ke Perusahaan (PT) yang salah, namun saat ini sudah dikirim ke PT yang tepat, dan masih menunggu pupuk turun.

“Saya minta sama kawan- kawan wartawan, tolong jangan diberitakan atau diekspos, karena dampaknya ke pengecer- pengecer yang lain, sebab semua pengecer semua sama seperti disini, enggak mungkin jual harga HET (Harga Eceran Tertinggi) karna semuanya yang kerja mau ada hasil,” kata Santo. Sabtu (25/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Santo juga membeberkan terkait jatah- jatah yang harus diberikannya, dari keamanan hingga menyebutkan kemungkinan Camat setempat juga mendapatkan jatah.

“Tolong jangan diberitakan, nanti kita berbagi saja. Karna semua ada jatahnya, tidak menutup kemungkinan di dalam ini pak Camat juga dikasih, keamanan juga dikasih, pokoknya semua ada jatahnya, tampa terkecuali. Karna tampa tanda tangan mereka dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) pupuknya takkan turun,” beber Santo.

Saat itu, Santo juga melemparkan kata- kata yang kurang pantas kepada para wartawan, seolah merendahkan profesi jurnalis.

“Jangan munafik mas, saya tau maksud dan tujuan sampean (Kalian,-red), sampean ini nanti saya kasih, karna semua orang butuh uang,” kata Santo. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed