Headline Kriminal

Khamami Sebut Mantan Kabid Humas Polda Lampung

(foto : Eko)
Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami saat memberikan kesaksian (6/5)

Lintasberita.id- Sidang lanjutan kasus korupsi suap fee di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal kembali di gelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Senin (6/5/2019).

Sidang dengan majelis hakim yang di ketuai oleh Novian Saputra itu menghadirkan satu orang saksi yakni Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami yang juga merupakan tersangka dalam kasus yang sama.

Kesaksian Khamami di depan Majelis Hakim kembali menyebutkan nama baru dari jajaran Pejabat Utama Polda Lampung yakni Mantan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistyaningsih.

Pada sidang yang lalu, saksi Wawan Suhendra juga menyebut tiga nama yakni Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol. Suntana, Waka Polda Lampung Brigjen Pol. Angesta Romano Yoyol, dan AKBP Yoni.

Awal mula kesaksian Khamami, bahwa ia memang mengenal terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal. Menurutnya ia mengenal Sibron Aziz saat saat mengerjakan proyek hotmix dan mengenal Kardinal karena pernah satu Partai di Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

Masih dalam kesaksiannya, Khamami membantah pernah menerima pemberian dari para rekanan berupa barang maupun uang. Ia juga tidak menampik, bahwa salah seorang dari staff di kantornya pernah memberikan titipan dari terdakwa Kardinal.

“Pernah staff saya Nita ngasih amplop dari Kardinal, tapi saya suruh balikan, apa ini, tolong balikan. Saya juga tidak tau nilainya, langsung saya suruh kembalikan,” kata Khamami.

Selain itu, ia juga membenarkan penah berkunjung ke rumah dinas Kapolda dan Waka Polda Lampung, bersama Kepala Dinas PUPR dan Wawan Suhendra, namun Khamami membantah apabila dikatakan ia telah menyerahkan uang sejumlah Rp. 200 juta ke Kapolda Lampung yang dulu dijabat Irjen Pol Suntana dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol

“Saya mau silaturahmi dengan Kapolda, ajudan bilang tamunya padat, saya memutuskan untuk pulang. Namun kemudian saya di telpon sama ajudan Waka Polda, Waka mau konfirmasi masalah sumur bor, saat itu saya rencana mau pulang tidur karena kecapekan, pulang ke rumah di Way Halim,” kata Khamami.

“Ketemu dengan Kapolda hanya ngbrol biasa saja, ngbrol dengan Waka Polda masalah ada laporan terkait sumur bor, disana saya menjelaskan, tapi tidak ada membawa sesuatu,” katanya lagi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Roni Yusuf kemudian menanyakan kepada saksi Khamami terkait telah menerima sejumlah uang dari adiknya yakni Taufik Hidayat. Khamami mengkleam bahwa ia meminjam uang kepada adiknya itu.

“Anda SMS Taufik pada 15 Januari 2019 meminta uang Rp. 40 juta, yang 30 di amplob besar di lem, maksudnya apa ini.? Kan anda bisa nanti dipisahkan sendiri setelah terima uangnya.?,” tanya Jaksa Roni.

“Waktu itu saya pinjam ke Taufik, karena mau ke Jakarta, saya suruh pisahkan biar gak repot mau jalan,” jawab Khamami.

Namun, ketika Jaksa Roni kemudian mengkonfirmasi keterangan saksi sebelumnya, apakah uang yang di dapat dari Taufik tersebut untuk membayar keperluan pribadinya, untuk memberi LSM, wartawan, Kejaksaan, Polisi.

“Kalau untuk saya berikan-berikan uang ke sejumlah instansi itu tidak pernah. Tapi kalau untuk pembayaran beli tiket ke salah satu teman ada,” ujar Khamami di hadapan muka Persidangan.

Lalu, Jaksa Roni pun menegaskan lagi teman yang mana. “Temannya siapa namanya,” tanya Roni.

“Ada pak salah satulah,” jawab Khamami.

Mendengar jawaban Khamami, Roni geram dan bertanya lagi ke Khamami. “Iya sebutkan saja siapa,” tegas Roni.

Didesak untuk menjawab, Khamami menjelaskan bahwa ia membelikan tiket pesawat untuk mantan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih. “Sulis pak. Dia mantan Humas Polda,” beber Khamami. “Tapi itu cuma sedikit Rp. 2,5 juta untuk beli tiket,” kata Khamami lagi. (Red)

Add Comment

Click here to post a comment

− 1 = 6

 

Lintas Berita di Twitter