oleh

“Kirim Surat Ke Redaksi” PT. MJM Bantah Dugaan Intimidasi Doris

lintasberita.id- Kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedong Tataan dan PT. Mubarokah Jaya Makmur (PT. MJM) di bantah melalui surat dari Legal Division PT. Mubarokah Jaya Makmur Suhandi, SH melalui surat kepada Kantor lintasberita.id.

Surat dengan nomor B/60/SH.LO/XII/2019, yakni terkait pemberitaan berjudul “Diduga Pemilik E-warung Dapat Intimidasi Oknum TKSK Gedong Tataan” beberapa hari yang lalu, menyatakan hal tersebut tidak benar.

Menurut Suhandi, SH dalam suratnya, bahwa pihaknya (PT. MJM,-red) telah melakukan interogasi terhadap Sarwanto selaku petugas TKSK Gedong Tataan di kantor perwakilan PT. MJM pada 8 Desember 2019, dimana yang bersangkutan menerangkan bahwa tidak pernah melakukan intimidasi terhadap Doris selaku pemilik E-warung di Desa Pampangan.

Pada tanggal dan tempat yang sama, juga telah melakukan klarifikasi terhadap karyawan PT. MJM perwakilan Kabupaten Pesawaran atas nama Zainal Arifin tentang adanya intimidasi, ternyata yang bersangkutan tidak pernah melakukan kegiatan intimidasi sebagaimana yang telah diberitakan, dan membenarkan perwakilan PT. MJM dan TKSK menemui Doris untuk menyelsaikan pembayaran sisah beras dan telor.

Dalam surat tersebut juga tertulis akibat adanya peristiwa tersebut TKSK Gedong Tataan, Sarwanto dan Manajemen PT. Mubarokah Jaya Makmur merasa tidak nyaman.

Diberitakan sebelumnya, Tidak mau terima beras dari penyalur untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Doris pemilik E-warung di Desa Pampangan mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gedong Tataan dan PT. Mubarokah Jaya Makmur.

Menurut Doris, dirinya mendapat ancaman berupa pelarangan dan izin beroperasi sebagai penyalur BPNT oleh TKSK Gedong Tataan Sarwanto.

“Saya sudah berapa kali didatangi dari Dinas Sosial, bahwa harus nurut dengan kemauan mereka, seperti beras yang harus dikasih seperti ini. Menurut mereka beras di Pampangan paling bagus sendiri, jadi warga dari Desa yang lain ribut,” ujar Doris, Minggu (8/12/2019).

“Yang ngotot ini dari Dinsos yakni Sarwanto dan pihak PT. Mubarokah, bahkan saya dapat ancaman berupa warung saya akan di tutup dan tidak boleh beroperasi lagi, tapi mereka tidak ada dasar untuk menutup saya, karena yang saya meminta permohonan itu ke Bank Mandiri bukan ke mereka. Bahkan pihak Dinsos melalui Sarwanto mendesak Bank Mandiri untuk memcabut ATM saya,” tambahnya. (Imron)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed