Headline Pesawaran

Kolam Renang Tirta Garden Kedondong Makan Korban, Jari Tangan Siswa MTS Putus

foto: imron
ADT (14) siswa kelas 2 MTS di Gunung Kaso merasakan sakit.

lintasberita.id- Dugaan kelalaian dari pengelola kolam renang Tirta Garden, Desa Kedondong mencuat, ADT (14) siswa kelas 2 MTS Al- Hikmah, Gunung Kaso, yang juga warga Dusun Sidomulyo, Desa Margo Dadi, Kecamatan Way Lima, harus kehilangan jari kelingking tangan sebelah kanan saat mengikuti kegiatan sekolah.

Atas kejadian yang menyebabkan anaknya mengalami cacat seumur hidup, selaku ayah korban M. Niat mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa putranya itu.

“Ya mas, anak saya kehilangan jari kelingking sebelah kanan saat ikut kegiatan sekolah, saat berenang,” ungkapnya, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, kejadian itu terjadi beberapa waktu lalu. “Kejadian itu terjadi pada hari Minggu (4/8) lalu, kata pihak sekolah bermain perosotan, tapi pada saat itu ada paralon yang timbul, sehingga kena tangan, dan itu langsung putus mas bersama dengan uratnya, karena potongan jari tangannya dicari ternyata nyangkut diparalon itu,” ujarnya.

Ia pun mengaku kecewa dengan pihak pengelola kolam renang yang sampai saat ini belum ada komunikasi terkait hal itu. “Saya sih berharap setidaknya ada tanggungjawab dari pihak pengelola kolam renang, katanya sih mau kesini tapi sampai sekarang belum ada yang kesini, padahal ini fatal mas, karena yang dialami anak saya ini cacat permanen,” kata M. Niat.

“Kalau pihak sekolah sih sudah cukup memberikan pengobatan terhadap anak saya, dan saya dapat informasi kata gurunya saat ini kolam renang itu sudah diperbaiki,” timpalnya.

Ia pun menginginkan adanya perawatan intensif terhadap anaknya. “Ini kan baru dapat perawatan dari Puskesmas Kedondong, dan sekarang anak saya susah tidur karena merasakan sakit pada jari tangannya yang hilang,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut Pemilik Kolam Renang Tirta Garden, Saukani juga membenarkan soal adanya kecelakaan di tempat usahanya.

“Iya benar, tapi kejadian pastinya saya tidak tahu. Tau-tau anak-anak pada teriak, kira kita becandaan. Karena mereka pada becandaan saat renang, ” ucapnya.

Dijelaskan, korban mengalami luka pada jari akibat kena samping prosotan air saat bermain. Tempat tersebut dibuat dari viber dan ada paralonnya disamping, dimungkinkan posisi duduknya nyamping.

“Usai kejadian, saya minta tolong adik saya menghantarkan ke Puskesmas Kedondong untuk diobati. Habis itu, anaknya di anterin pulang ama gurunya. Ya gurunya itu masih saudara saya, dan malamnya katanya mau ketemuan dengan saya tapi ditunggu tidak datang sampai sekarang. Kan saya tidak tau alamat rumah anak itu,” jelas dia.

Ditegaskan, kolam renang tersebut sebenarnya belum dibuka untuk umum karena pembangunannya belum selesai. Namun, karena banyak yang datang jadi diperbolehkan berenang dengan membayar Rp10ribu perorang.

“Sebenarnya ini belum diresmikan, tapi mereka pada datang. Saya bagikan brosur juga tidak dan hanya membayar sepuluh ribu rupiah saja masuknya. Coba kalian lihat,masih banyak orang bekerja karena memang belum selesai pembuatannya, ” tegas dia.

Sementara itu Kepala Sekolah MTS Al -Hikmah Adi Triono saat hendak ditemui dirumahnya, sedang tidak ada ditempat dan menurut tetangga dekat tempat tinggalnya, sedang bantu- bantu dirumah saudaran yang sedang hajatan. (Ron)

Add Comment

Click here to post a comment

41 + = 49

Lintas Berita di Twitter