Headline

Komisi I DPRD Lampung Siap Kawal Kasus Kematian Yogi Andhika

Bandar Lampung, Lintasberita-
Komisi I DPRD Provinsi Lampung berjanji akan mengawal proses hukum kasus kematian Yogi Andhika, sopir pribadi Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara, di Polda Lampung. Komisi I juga menyatakan siap memfasilitasi kasus itu hingga Komnas HAM dan Kompolnas.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi I Nerozely Agung Putra, yang berjanji akan terus mendorong penyelesaian kasus tersebut.

“Kalau memang kita dorong ke Kapolda dan tetap kasus ini tidak bisa selesai. Kita ke Komnas HAM, saya fasilitasi,” tegas Nerozely, saat menerima laporan dari keluarga korban didampingi KNPI dan beberapa LSM Lampung Utara.
Menurut Nero, pihaknya juga langsung mengagendakan rapat internal pimpinan dan anggota Komisi I agar bisa langsung menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Kapolda dan Danrem.

“Nggak usah nunggu setelah Lebaran, pekan ini kita selesaikan panggil rapat dengar pendapat,” ucapnya.

Sementara, Anggota Komisi I, Apriliati mengatakan, kasus ini tak boleh berhenti sebatas penetapan tersangka. Polda Lampung harus menjelaskan kepada publik terkait perkembangan kasusnya.

“Kasus ini juga sudah menjadi perhatian publik dan menyinggung nama Bupati. Saya akan mengawal kasus ini. Komisi I akan koordinasi dengan pimpinan dan akan memanggil Kapolda dan Danrem untuk rapat dengar pendapat,” kata dia.

Menurutnya, selain masalah ini menyangkut kemanusiaan, dimana Yogi tewas diduga dianiaya. “Kita minta Polda usut tuntas kasus ini, dan kami sebagai Komisi I DPRD Lampung siap mengawal,” katanya.

Anggota Komisi I lainnya, Mardani Umar yang berasal dari dapil Lampung Utara menyayangkan pihak kepolisian yang tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. “Kami menyesalkan dan meminta penjelasan, kenapa Kapolda tidak melakukan penahanan tersangka,” sesalnya.

Sebab, menurut dia, kasus kematian Yogi Andhika sudah menjadi sorotan publik. Sudah sepantasnya jika polisi melakukan penahanan terhadap tersangka agar pemeriksaan bisa lebih cepat.

Apalagi nama Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara berkali-kali dikaitkan dengan kasus kematian mantan sopir pribadinya itu. “Tentu hal tersebut membuat kasus ini lebih sensitif. Saya dekat dengan Agung, tapi kalau Agung salah pasti saya bilang salah. Jadi, Kapolda harus menjelaskan, kecuali kasus korupsi dan narkoba, itu memang bisa ditangguhkan dengan jaminan. Nah jaminannya dua tersangka yang sudah ditetapkan itu orang atau uang, ini harus jelas,” katanya.

Dalam hearing, keluarga korban juga meminta Komisi I mengupayakan perlindungan terhadap mereka lewat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Apriliati menawarkan sebelum mengajukan perlindungan kepada LPSK dia akan meminta Babinkamtibmas untuk sementara membantu menjaga kediaman keluarga korban yang berada di Perum Way Kandis, Tanjung Senang, Bandar Lampung.

Namun pihak keluarga korban spontan menolak apabila perlindungan dimaksud dilakukan oleh Babinkamtibmas Polsek Tanjung Senang. “Sebelum kematian Yogi, pihak Babinkamtibmas pernah menyebar sayembara. Isinya, siapa yang bisa menemukan keberadaan anak saya dan memberi tahukan kepada mereka akan dikasih uang Rp5 juta,” ujar Fitria Hartati, orangtua Yogi Andhika.

Meski tak memiliki alat bukti, namun dia mengaku jika banyak saksi yang bersedia dimintai keterangan akan kebenaran pernyataan tersebut. “Ada banyak saksi, anak-anak bujang yang sering nongkrong sekitar rumah sangat bersedia jika polisi mau meminta keterangan,” katanya. (red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

39 − 37 =