oleh

Kucing -Kucingan, Kades Bukit Raya Ketakutan

Lintasberita- Kepala Desa (Kades) Bukit Raya, Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur, Damin seolah ketakutan ketika awak media hendak mengklarifikasi temuan dilapangan terkait dugaan penyelewengan anggaran dana desa di desa setempat.

Ketakutan tersebut justru memperkuat dugaan penyelewengan anggaran dana desa yang dilakukan Damin. Ditambah lagi ketika Suparman selaku Camat Marga Sekampung hendak menanyakan terkait temuan itu, Dimin seolah menghindar dan tidak mengindahkan perintah atasannya tersebut.

“Kita sudah mencoba menghubungi pak Lurah Damin melalui telpon, jawabnya pak Lurah Damin “Ya pak nunggu teman sebentar”, tetapi sampai sore tak kunjung datang,” kata Camat Suparman.

Bukan hanya itu saja, Pendamping Kecamatan dan Sekretaris Kecamatan juga mengatakan hampir serupa dengan yang di katakan Camat Suparman. Saat di telpon Pendamping Desa, Damin mengatakan ada di rumah, namun saat hendak ditemui, istri Damin mengatakan bahwa Damin baru saja keluar.

Saat itu juga Pandamping Kecamatan mencoba menghubungi Damin melalui telponnya namun tak dijawab, bahkan telponnya tidak lama dalam keadaan tidak aktif atau di matikan.

Tidak sampai disini saja, bahkan pengakuan salah seorang pekerja yang nengerjakan proyek drainese itu juga disemprot oleh Damin, lantaran saat ditanya wartawan mengatakan secara jujur dan apa adanya.

Untuk diketahui, bahwa 30% anggaran dana desa wajib digunakan untuk membayar upah pekerja, al itu merupakan bagian dari program Padat Karya Tunai yang saat ini digenjot Pemerintah untuk wilayah pedesaan, yakni menggunakan standar upah Harian Orang Kerja (HOK).

Lain halnya yang ada di desa Bukit Raya, pembangunan saluran drainase di Dusun 2 dan 4 diduga semua diborongkan, mulai dari penggalian sampai dengan pemasangan drainasenya. Berdasarkan keterangan dari warga setempat, bahwa upah untuk penggalian siring yakni Rp10.000, per meternya dan upah pemasangan drainase Rp35.000 per meternya. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed