oleh

“Lalat Melimpah” Warga Keluhkan Kandang Ayam di Desa Jemberana

Lintasberita- Sudah tertera didalam Perda nomor 4 tahun 2006 setiap orang yang ingin mendirikan badan usaha atau yang ingin memperluas tempat usaha yang kegiatanny menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan wajib memperoleh izin dari pihak terkait terlebih dahulu.

Dalam penjelasan Perda tersebut, bahwa peternakan termasuk, sebagai tempat usaha yang wajib memperoleh izin gangguan, jika pelaku usaha telah memperoleh izin gangguan usaha tersebut, maka berlaku selama usaha masih beruprasi dan setiap tiga tahun sekali haruslah dilakukan daftar ulang, dan bagi setiap pemegang izin berkewajiban antara lain.

Yakni dengan memasang piagam tanda izin gangguan, memasang papan nama tempat usaha, menyediakan alat pemadam kebakaran dan obat obatan (P3K) dan mencegah adanya kerusakan dan/ atau pencernaan lingkungan.

Namun hal itu sangatlah bertolak belakang dengan yang terjadi di Desa Jemberana, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Papan nama PT nya tak terlihat, apalagi untuk memelihara lingkungan sekitar.

Menurut keterangan dari nara sumber media ini mengatakan, bahwa mereka sangat resah sejak kandang ayam tersebut beroprasi, akibatnya dirumah – rumah warga saat ini didapati banyak lalat yang berterbangan.

“Kami sangat resah semenjak kandang beroprasi, lalatnya luar biasa banyak dan itu juga sudah kami musyawarahkan dengan sesepuh kami di waktu bulan dua (Februari) kemarin, dari itu pak Puji selaku orang kepercayaan dari pemilik kandang telah berjanji akan membenahinnya,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (7/6/2020).

“Namun sampai sekarang lalatnya tetap banyak mas, jika kami buka pintu sampai kamar tidur pun penuh mas, lihatlah sendiri ini bukti nya,” timpal sumber yang juga warga sekitar kandang.

Sementara itu, sesepuh desa Jemberana saat dikompirmasi menjelaskan, kami akan menunggu sampai selesai panen, jika lalat masih banyak, kami akan tuntut tutup kandang ayam itu.

“Coba kamu tanyakan pada pak Puji, gimana tanggapannya,” ungkapnya.

Kemudian media ini mengkonfirmasi terkait permasalahan tersebut kepada Puji, selaku orang yang di percaya mengelola kadang ayam tersebut.

“Kami sudah berusaha mengangkalinya, seperti penyemprotan dan obat obatan, tapi biar sampaian tau sebelum kandang diisi, lalat memang sudah banyak dan juga coba ke PT. APS disana ada pupuk kandangnya dan saya lihat sendiri lalatnya luar biasa banyaknya, jadi lalat itu bukannya dari kandang ayam aja,” kata Puji.

Pernyataan Puji tersebut dibantah oleh sesepuh dan warga sekitar, yang mengatakan bahwa sebelum kandang ayam diisi atau beroprasi, lalat di rumah warga hampir tidak ada. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed