oleh

“Lapen Gunung Mulyo” Pendamping Desa : Paling Tebalnya 2 Centi

Lintasberita.id – Terkait rusaknya jalan lapen di dusun I dan dusun ll Desa Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur tahun 2020 kini mulai terungkap. Pembangunan lapen dengan volume 900 meter dan menggunakan anggaran Dana Desa ternyata sudah di prediksi akan cepat rusak. Kamis (29/7/2021).

Nadjmi, selaku pendamping desa saat di komfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa dirinya sudah berusaha membina agar pembangunan lapen tidak menimbulkan gejolak di kedepannya.

“Saya udah bilang pada semua desa dan saya arahkan agar perkerjaan bisa sesuai dengan juklak juknis nya, jadi saya enggak mau yang seperti ini. Kalau seperti ini saya ikut ruwet, karna saya selaku pendamping desa jadi saya juga yang di cari dan di tanya -tanya. Sedangkan untuk lapen sendiri saya sudah mengingatkan ketebalannya jangan sampai jauh dari harapan, namun Lurah (Kepala Desa) nya banyak yang ngotot, jadi saya terserah,” kata Nadjmi.

“Untuk ketebalan seharusnya 6 centi meter itu yang sebenarnya, tapi itu tidak ada, paling tebal lapen tersebut hanya 2 centi,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Sekampung Udik mengatakan, jika nantinya pekerjaan tersebut tidak sesuai maka dirinya akan langsung melakukan musyawarah dengan Camat.

“Jika pekerjaan lapen itu tidak sesuai dengan juklak juknisnya dan juga jika sudah dalam keadaan rusak, nanti kami musyawarah dengan pak Camat. Jadi kami akan turun ke lokasi melihat apa benar atau enggaknya,” kata Nunuk.

Namun saat media ini meminta konfirmasi kepada Anton selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), seolah mendadak amnesia, hanya bisa menjawab tidak tahu dan lupa diduga menutupi informasi terkait rusaknya jalan lapen yang belum lama dibangun itu.

Diberitakan sebelumnya, jalan lapen di dusun I dan dusun ll Desa Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur yang di bangun tahun 2020 saat ini sudah rusak. Parahnya lagi, hasil pekerjaan yang tidak berhan lama itu justru di anggap sudah sesuai dengan juklak dan juknis.

Padahal jalan lapen dengan panjang 900 meter tersebut dibiayai dari anggaran dana desa dengan nilai yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp 228.509.000,-. Tentu sangat disayangkan anggaran sebanyak itu hanya bisa dinikmati rakyat hanya dalam hitungan bulan saja.

Tentu pembangunan jalan lapen tersebut memunculkan pertanyaan halayak, hingga adanya dugaan korupsi berjamaah dan menjadi ajang untuk memperkaya para oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Desa (Kades) Gunung Mulyo, Eko Cahyono saat dikonfirmasi terkait jalan lapen tersebut membenarkan, jika pembangunan bersumber dari dana desa (DD) tahun 2020.

“Benar kegiatan jalan lapen yang terletak didusun tersebut menggunakan dana desa tahun 2020, itu sudah sesuai dengan juklak dan juknisnya,” kata Kades. Kamis (1/7).

Senada dengan Kades, Anton selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat dikonfirmasi di kantor desa mengatakan jika pengerjaan lapen di dusun I dan II memang menggunakan dana desa tahun 2020.

“Untuk masalah anggarannya saya lupa, yang jelas itu sudah sesuai dengan juplak dan juknisnya, Pendamping Desa, pihak Kecamatan dan dari tim monitoring kadis PMD Kabupaten Lampung Timur juga sudah survei dan tidak ada masalah,” kata Anton. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed