oleh

Mahasiswa UNSRI Palembang Kunjungi Pengadilan Tanjungkarang

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang usai melihat persidangan.

lintasberita.id- Masiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang melakan kunjungan dalam rangka Contempt of court sebagai tugas kuliah yang kerjasama dengan Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang Bandar Lampung. Senin (16/9/2019).

“Tujuannya adalah pencegahan Contempt of court, yakni dengan melakukan orientasi ke Pengadilan, dengan mengamati beberapa hal yang meliputi lingkungan Pengadilan dan Persidangan, obserfasi, mengamati persidangan. Dengan mengamati prilaku Hakim, Penasehat Hukum, Jaksa, pengunjung dan para pihak lainnya,” ungkap Agus Ngadino S.H.,M.H., Dosen Laboratorium dan Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Agus menambahkan, saat ini Mahasiswa diberi tugas di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang untuk melakukan kegiatan obserfasi dan kampanye. Alat kampanye yang di pasang, berisi mendorong agar tidak terjadi Contempt of court, dengan sasaran semua pihak, siapapun yang ada di Pengadilan.

“Alat kampanyenya berisi tata tertib persidangan, yang bisa di pasang di ruang sidang dan luar ruang sidang, tujuannya biar siapa pun bisa melihat apa- apa yang harus diperhatikan dalam persidangan. Selain itu juga berisi dorongan tidak adanya tindakan Contempt of court, seperti tindakan anarkis, tindakan yang merusak fasilitas Peradilan,” terang Agus.

Humas Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang Pastra Joseph Ziraluo

Selain kegiatan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Mahasiswa juga akan melakukan kegiatan penyuluhan di sekolah- sekolah SMA dan Kampus yang ada di Lampung, yakni penyuluhan tentang pencegahan Contempt of court.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang Pastra Joseph Ziraluo didamping Hedri Irawan membenarkan, bahwa kedatangan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang dalam rangka tugas kuliah.

“Ya, sehari disini, tadi juga saya di wawancara. Kalau bener yang dipasang yakni terkait tatatertib dalam persidangan, seperti dilarang menggunakan alat komunikasi, (Gambar hp yang di coret), dilarang membawa senjata tajam, dilarang merokok di ruang sidang, dll,” kata Pastra.

Untuk diketahui, Contempt of court adalah setiap perbuatan, tingkah laku, sikap dan/atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat, dan kehormatan badan Peradilan. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed