oleh

“Mencuat” Diduga Adanya Pekerjaan Fiktif di Kelurahan Kelapa Tiga Permai

lintasberita.id- Sejumlah pekerjaan di Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung nampaknya menjadi sorotan tajam oleh masyarakat luas, lantaran mencuat informasi adanya pekerjaan yang diduga fiktif.

Dikutip dari bongkarpost.id, bahwa Dana Pokmas tahun 2019 sebesar Rp300 juta yang seyogyanya digunakan untuk pembangunan rabat beton dan drainase, nampaknya tidak direalisasikan.

Ditambah lagi, bahwa pekerjaan tersebut diborongkan oleh Syahril selaku Lurah Gedong Air.

Selain itu, selaku Ketua Pokmas, Mahmud mengaku tidak mengetahui jumlah Dana Pokmas yang diterima dan yang di realisasikan. Ditambah adanya pembagunan di empat RT yang fiktif, yakni di RT 01 LK 1 (Ketua RT Hatibi), RT 06 LK 1 (Ketua RT Kadaryanto), RT 03 LK 1 (Ketua RT Saprudin), dan RT 04 LK 1 (Ketua RT Masdar yang digantikan oleh Hartawan).

Hal tersebut diketahui dari keterangan masing-masing Ketua RT. Mereka mengaku tidak pernah menerima bantuan, baik itu berupa bahan bangunan maupun uang.

Ketua RT 05 Lk 2, Masnaiyah mengatakan, bahwa dari 11 titik pembangunan yang tertera di dalam RAB, hanya beberapa titik saja yang dapat bantuan, meski dana bantuan tersebut tidak sesuai yang ada dalam RAB. Salah satunya pembangunan di Gang Nurul Jabal, dimana bantuan yang diterima total hanya Rp12 juta, yang dibagi dalam dua tahap.

“Pembangunan rabat beton dan talud di Gang Nurul Jabal, sampai sekarang tidak selesai. Sementara diketahui di dalam RAB, ada anggaran senilai Rp45 juta guna pembangunan di lokasi tersebut,” kata Masnayah.

Sementara itu, Ketua Rt 05/Lk 2 Andi didampingi Ustad Mahmud selaku Ketua Pokmas mengatakan, bahwa pekerjaan rabat beton di Gang Sarikam, tahap pertama sudah selesai 50 persen, namun anggarannya tidak terinci, karena yang diterima hanya berupa material.

Sementara untuk tahap kedua, lanjut Andi. Saat akan dikerjakan oleh para pekerja (tukang), dirinya bertanya apa yang akan dilakukan? Tukang pun menjawab akan disiram acian dan ditutup siring.

“Kok cuma disiram dan ditutup siring ? Itu yang kami heran,” kata Andi mempertanyakan.

“Ini jelas tidak sesuai dengan pengajuan kami, makanya kami hendak mempertanyakan hal ini, namun sampai sekarang kami belum mendapatkan penjelasan. Pekerjaan pun saat ini terhenti, apakah akan dilanjut atau tidak, kami tidak tahu,” timpalnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed