Headline Kriminal

Mengejutkan, Saksi Sebut Kapolda dan Wakapolda Kecipratan Rp200 Juta

Wawan Suhendra saat meninggalkan persidangan (ft. eko)

Lintasberita.id- Mengejutkan, sidang lanjutan kasus fee proyek infrastruktur di Dinas PUPR Mesuji yang melibatkan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal, Senin (22/4)

Wawan Suhendra salah satu saksi yang juga terdakwa dalam kasus tersebut, mengungkapkan bahwa adanya indikasi aliran dana yang masuk ke Polda Lampung

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto bertanya kepada saksi Wawan terkait indikasi adanya aliran dana fee proyek APBD 2018 itu ke Polda Lampung yang diketahui berdasarkan keterangan dari BAP.

Wawan pun menjawab apabila uang Rp200 juta itu diperintahkan oleh Bupati Nonaktif Mesuji Khamami disiapkan untuk diberikan ke Polda Lampung. “Waktu itu kalau tidak salah Mei 2018. Bupati memerintahkan ke Kadis PUPR (Najmul Fikri,- red) untuk mengambil uang fee ke Kardinal sebesar Rp200 juta karena waktu itu Bupati hendak silahturahmi dengan Kapolda Lampung dan Wakapolda Lampung di rumah dinas mereka. Dan Bupati bilang kalau dia tidak enak datang apabila menemui mereka dengan tangan hampa,” kata saksi Wawan.

Wawan mengaku diperintahkan Kadis PUPR Najmul Fikri untuk komunikasi ke Kardinal. Setelah itu ia pun diberitahu oleh terdakwa Kardinal untuk mengambil uang ke kantor PT Subanus Grup. “Nah setelah uang itu saya terima. Lalu saya bawa ke tempat Bupati. Dan kebetulan pada saat itu Bupati ada acara di Hotel Emersia Bandarlampung. Waktu itu juga ada Kadis yang menemani Bupati, selanjutnya kami bertiga langsung menuju ke rumah dinas Kapolda dan Wakapolda,” jelasnya.

Dalam perjalanan, Bupati memerintahkan dirinya untuk memecahkan uang Rp200 juta itu menjadi Rp150 juta dan Rp50 juta. “Sesampai di rumah dinas Kapolda, saya menunggu di mobil Kadis dan Bupati masuk. Tidak beberapa lama Kadis dan Bupati keluar rumah dengan Kapolda. Lalu Kadis menyampari saya dan mengatakan mana uang Rp150 juta itu,” ungkapnya.

Dan setelah dari rumah dinas Kapolda itu ia bertiga pun langsung menuju ke rumah dinas Wakapolda dan sesampai di rumah itu, Bupati Khamami langsung menyerahkan uang Rp50 juta ke Wakapolda.

Masih terkait indikasi aliran dana ke Polda Lampung, saat di tanya hal tersebut oleh Hakim Anggota 2, saksi Wawan menegaskan bahwa dirinya memang di perintahkan oleh Bupati Nonaktif Khamami.

Saksi Wawan menerangkan, bahwa sebelum pelelangan proyek dengan nilai Rp9 Milyar, nama proyek dan nilai proyek sudah di tulis (lis) Kapolda. Saksi Wawan mengaku kesulitan lantaran tidak ada akses masuk ke Polda Lampung. “Saya tidak punya akses masuk ke Kapolda, kemudian di bukakan lah akses kepada AKBP Yoni, apakah dia komunikasi dengan pak kapolda atau gak saya tidak tahu, kata Pak Yoni, Ya sudah sesuai dengan perintah mereka terima bersih minta mentahnya saja,” sebut Saksi Wawan.

Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum KPK Wawan Yunarwanto mengatakan, bahwa yang di berikan kepada Kapolda, uang senilai Rp200 juta dari Sibron Azis dan dari Kardinal itu di berikan kepada saksi Wawan, kemudian di serahkan kepada Bupati dan Kadis, dan diserahkan waktu kunjungan ke Kapolda.

Wawan menambahkan, bahwa bahwa pernyataan saksi wawan tersebut adalah permintaan Bupati, uang tersebut kemudian di bagi dua yakni Rp150 juta dan Rp 50 juta kemudian masuk ke Rumah Dinas Kapolda, namun tujuan dari uang tersebut belum tahu. “Pemberian Rp200 juta itu pada 2018, bulan Mei. Dan tidak menyebutkan nama orang hanya menyebut Kapolda saja, Saksi mengatakan bahwa yang memberikan uang tersebut Bupati dan Kadis,” kata JPU KPK Wawan Yunarwanto. (red/eko)

Add Comment

Click here to post a comment

55 + = 64

Lintas Berita di Twitter