Headline

Napi Sakit Jiwa Sulit Dapatkan Faskes di RSJ

Staff Perawatan Napi Lapas Kelas 1 A Rajabasa Bandar Lampung. (foto: esam)

Bandar Lampung, lintasberita.id- Miris, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Rajabasa Bandar Lampung kesulitan dalam melakukakan pengobatan intensif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (Wbp) khususnya yang terkena gangguan kejiwaan.

Kalapas Kelas 1 A Rajabasa Bandar Lampung Sujonggo, melalui Staff Perawatan Napi, Any membeberkan, bahwa sejak 2014 di berlakukan BPJS dan Jkn KIS, pihaknya kesulitan untuk melakukan rujukan kepada semua Wbp yang mengalami gangguan jiwa.

“Dulu waktu pakai Jamkesmas mudah walaupun Wbp memiliki keluarga atau pun tidak, cukup menggunakan rekomendasi yang menyatakan adanya Mou Kemenkumham dan Kemenkes dan nama tersebut memang benar Wbp dari Lapas kelas 1, itu sudah aman,” ungkap Any.

Menurutnya, hal tersebut juga bukan hanya terjadi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) saja, melainkan pengobatan Wbp yang sakit difaskes lainnya juga sangat sulit.

“Itu menyulitkan kami, kita juga sudah mengusulkan napi itu kembali seperti dulu, pakai surat rekomendasi berdasarkan Mou itu , tapi kenyataannya tidak seperti itu,” terangnya.

Ia tidak memungkiri, semua faskes (fasilitas kesehatan) saat ini harus menggunakan KK dan KTP, namun itu yang menjadi masalah, Wbp rata – rata tidak mempunyai atau sudah hilang saat mereka sedang menjalini hukum di luar.

Pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan agar Wbp bisa menjadi tanggungan BPJS atau JKN Kis, tetapi lagi – lagi terkendala pada KK dan KTP. Untuk melakukan perekaman, Lapas tidak mungkin untuk mengeluarkan Wbp, karena ada beberapa pertimbangan seperti keamanan.

“Untuk perekaman tidak mungkin kita keluarkan Wbp sebanyak itu, karena menyangkut beberapa faktor, tetapi jika mereka yang kesini selalu mentok di birokrasi,” imbuhnya.

Selama ini pihak Lapas mengambil solusi kepada Wbp yang masih memiliki keluarga untuk mengurus BPJS, dan Lapas juga siap memfasilitasi Wbp dan keluarganya ke RSJ dan RS lainnya.

Saat ini, di dalam Lapas Kelas 1 Bandar Lampung terdapat sekitar 9 orang Wbp yang mengalami gangguan kejiwaan, untuk usia sendiri berfariasi ada yang berumur 20, 30, hingga di atas 60 tahunan.

Faktor yang menyebabkan Wbp hingga mengalami gangguan jiwa sangatlah bermacam – macam, ada yang memang saat menjalani proses hukum di Kepolisian dan Pengadilan sudah menunjukan gejala ganggua jiwa, ada juga lantaran tidak petnah dijenguk keluarganya. (*/red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

20 − = 14