oleh

Nelayan Keluhkan Ilegal Fishing Di Sungai Way Tulangbawang

Lintasberita.id- Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang berada di sepanjang aliran sungai Way Tulang Bawang dan Tulangbawang Barat (Tubaba) keluhkan tindakan menangkap ikan dengan menggunakan setrum (Ilegal Fishing) yang memang sudah berlangsung dari tahun ke tahun pasca air sungai mulai surut.

Penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan alat setrum mesin tersebut memang menjadi masalah besar bagi masyarakat nelayan pencari ikan disepanjang aliran sungai Way Tulang Bawang, misalnya saja dalam beberapa waktu lalu terlihat ada sejumlah penyetrum ikan dengan menggunakan mesin yang melakukan kegiatan ilegal fishing di sekitar sungai tulang bawang. Selasa (30/6/2020).

Hal tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat banyak dan akan berdampak pada rusaknya ekosistem sungai sehingga populasi ikan semakin langka berkurang dan berdampak pada pendapatan nelayan setempat.

Erman (32) nelayan pemancing ikan warga Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba mengeluhkan kejadian tersebut yang berlangsung dari tahun ke tahun namum tidak ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum maupun dari pemerintah setempat.

“Setahu saya kegiatan tersebut (ilegal fishing,red-) hampir rutin dilakukan saat air sungai mulai surut, namun sangat disayangkan tidak adanya tindakan apapun dari pemerintah daerah ataupun pihak penegak hukum di wilayah Kabupaten Tubaba.” keluh Erman saat di jumpai di sekitar sungai Way Tulangbawang. Selasa (30/6/2020)

Bahkan, tambah Erman para pelaku ilegal fishing penyetrum ikan tak tanggung-tanggung melakukan kegiatan tersebut dengan rombongan perahu motor dan jika hal tersebut terus dilakukan tentunya ini merusak populasi ikan.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh Saleh (40) salah satu nelayan dan pemancing ikan yang mengeluhkan haltersebut.

“Ini sudah menjadi keluhan nelayan sejak lama tapi hal itu masih saja terjadi dari tahun ketahun, bagi kami nelayan menangkap ikan dengan menggunakan pancing ataupun jaring sudah sangat sulit untuk mendapatkan ikan, Apalagi ketika kondisi air sedang surut seperti ini, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” keluhnya.

Dirinya berharap adanya tindakan dari pemerintah daerah kabupaten Tubaba melalui Dinas Perikanan setempat dan Polres Tubaba untuk memperhatikan nasip nelayan dan memberikan tidakan kepada pelaku ilegal dishing.

“Nelayan tak bisa berbuat banyak hanya bisa pasrah, bahkan saat ini pencari ikan di sungai pun semakin berkurang karena tak bisa lagi diharapkan. Namun disini kami berharap adanya tindakan mengingat kabupaten Tubaba sudah mempunyai Mapolres Tubaba,” pintanya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed