Daerah

Nyaris, Puluhan Siswa SMKN 1 Gedong Tataan Diduga Keracunan Nasi Kotak

Siswa keracunan makanan saat dilakukan penanganan (ft.imron)

Pesawaran, LB-  Puluhan siswa SMKN 1 Gedongtataan dan petugas KPUD Pesawaran diduga mengalami keracunan.

Dugaan tersebut muncul setelah, para siswa menyantap nasi kotak seusai mengikuti acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh KPUD di sekolah setempat, pada Rabu (6/2) lalu.

Menurut salah satu siswa, kejadian itu berawal setelah ia selesai mengikuti sosialisasi dari KPUD yang dimulai dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib.

Lalu ia mendapatkan jatah nasi kotak. Tanpa pikir panjang, karena jam makan siang, iapun langsung menyantap nasi kotak tersebut.

Namun berselang sekitar satu jam, ia merasakan mules dan pening. “Padahal, awalnya dia tidak menyangka akan terjadi mules dan pusing,” katanya.

Kejadian ini, menurut dia, justeru diketahui setelah melihat di grup Watts Apps. “Dimana, ternyata teman-teman juga merasakan hal serupa,” tandasnya.

Atas kejadian ini, dia menduga bahwa sayur ayam yang dikonsumsi-lah sumber dari sakit yang diderita. “Sebab, pada saat mau dimakan memang rasanya seperti sudah basi,” paparnya.

Selain puluhan siswa yang diduga keracunan sayur ayam, kejadian serupa juga dialami beberapa pegawai KPUD Pesawaran.

Misalnya, Lina Wati salah seorang pegawai KPUD, dia mengaku dan merasakan sakit perut dan pusing seusai menyantap nasi kotak yang di pesan dari pemilik catring. “Ya saya dan beberapa kawan-kawan juga mengalami sakit perut dan mules usai makan nasi kotak,” tuturnya.

Nasi itu kata dia, dipesan dari Ibu Adek. “Tapi anehnya, sejak awal saya memang merasa ada yang tidak beres dengan nasi kotak yang kami pesan itu,” kata dia kepada wartawan.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Adek (35) pemilik catring mengaku kaget dan tidak menyangka akan mendapati kabar seperti itu. “Ya mas, saya benar-benar tidak menyangka atas kejadian itu. Apalagi sampai sayur ayam buatan saya membuat orang lain keracunan,” akunya.

Atas kejadian ini menurut Adek, dirinya siap bertanggung jawab. “Meski tidak ada korban jiwa, saya tetap bertanggung jawab. Apalagi, pihak sekolah juga sudah memaafkan,” timpalnya. (Imron)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

+ 50 = 54