Headline Kriminal

Oknum Petugas Rutan Wayhui Diperiksa Tim Internal

foto: istimewa
Warga binaan Rutan Wayhui, Apriansyah diikat di pohon.

lintasberita.id- Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas ) Kanwil Kemenkumham Lampung, Edi Kurniadi mengatakan, saat ini salah satu petugas Rumah Tahanan (Rutan) Way Huwi di Kabupaten Lampung Selatan, tengah menjalani pemeriksaan oleh tim internal.

“Sedang kita periksa, terkait sanksi kita lihat sejauh mana nanti,” kata dia di Bandarlampung, Jum’at (6/9/2019).

Menurut dia, salah petugas berinisial J itu kemungkinan hanya akan diberikan sanksi berupa kode etik dan profesi. Karena menurutnya warga binaan yang diikat di pohon tidak mengalami perlakuan kekerasan seperti penganiayaan.

“Yang pasti itu melanggar kode etik dan profesi. Kalau unsur penganiayaannya itu tidak ada,” kata dia.

Dia juga menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh salah satu petugas rutan sangat tidak dibenarkan. Apalagi perbuatan itu karena adanya kepentingan pribadi.

Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa satu orang. Warga binaan yang bersangkutan juga telah berdamai melaui mediasi.

“Kita sudah periksa satu orang, lagi pula ini maslaah pribadi jadi tidak melibatkan sistem di rutan,” katanya.

Terlait handphone masuk, Lanjut Edi dirinya berdalih hal itu karena adanya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan kekurangan itu, pihaknya akan lebih meningkatkan kembali SDM.

“Handphone masih masuk karena kekurangan SDM. Dan itu akan kita tingkatkan,” katanya.

Diberitakan senelumnya, seorang warga binaan di Rutan Way Huwi, Lampung Selatan atas nama Apriansyah mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Dia diduga telah diintimidasi oleh salah satu petugas rutan setempat dengan cara diikat di pohon palem yang berada di halaman rutan setempat.

Warga binaan itu ternyata mempunyai sangkutan utang piutang jual beli rumah oleh seseorang di luar rutan. Salah satu petugas yang juga keluarga dari orang yang tertipu itu, kemudian meminta kepada petugas rutan untuk mendesaknya agar bisa membayar utangnya. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

+ 70 = 75

Lintas Berita di Twitter