oleh

“Pajak Maju Indonesia Kuat” KPP Tanjung Karang Gelar Tax Gathering

lintasberita.id- KPP Pratama Tanjung Karang gelar acara Tax Gathering bertemakan “Pajak Maju, Indonesia Kuat” di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu 27 November 2019 kemarin.

Acara Tax Gathering ini dihadiri oleh 75 tamu undangan yang merupakan wajib pajak besar penentu penerimaan dan wajib pajak yang akan memberikan kontribusi lebih pada penerimaan pajak KPP Tanjung Karang tahun ini.

Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung Drs. H. Herman HN, M.M., Anggota DPR RI Komisi X Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung Dr. Eddi Wahyudi, S.T., M.M., Kepala KPP Pratama Tanjung Karang Ismail S.E., Ak., M.Si, pejabat-pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta pejabat-pejabat di lingkungan Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung.

Kepala KPP Pratama Tanjung Karang, Ismail, dalam sambutannya berharap, di penghujung tahun ini para Wajib Pajak dan KPP Tanjung Karang dapat bersinergi dalam mencapai target penerimaan pajak.

“Kami sangat terbuka dalam menerima perbaikan dan perubahan. Kita menanam pohon harapannya adalah tumbuh subur dan berbuah lebat, buah yang dipetik bermanfaat bagi si pemilik pohon dan bagi orang lain. Pajak itu diibaratkan mengambil sebagian kecil buah dari pohon tadi untuk disalurkan bagi kepentingan masyarakat banyak, negara tidak ingin mematikan pohon itu,” kata Ismail.

Selain itu, Ismail juga berpesan kepada semua pihak harus membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa terkait permasalahan perpajakan.

Sementara, Kepala Kanwil DJP Bengkulu Lampung, Eddy Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan visi, misi, serta harapan bahwa negara Indonesia dapat menjadi negara maju terbesar kelima di tahun 2045.

“Semua pihak harus siap secara SDM, infrastruktur, dan teknologi informasi, apalagi di masa yang serba digital seperti saat ini, sehingga dengan zaman yang semakin berkembang, bisnis juga semakin berkembang,” terang Eddy.

Di akhir sambutannya, Eddy berharap agar hubungan para wajib pajak dan kantor pajak semakin baik, dengan saling menjaga dan mematuhi peraturan yang ada.

Walikota Bandar Lampung, Herman HN dalam sambutannya mengatakan, bahwa perkembangan Lampung yang semakin pesat merupakan hasil dari kontribusi wajib pajak kepada negara.

“Adanya DAK (Dana Alokasi Khusus), dan DAU (Dana Alokasi Umum) yang bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak kepada Pemerintah Pusat. Sehingga Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat membangun segala fasilitas umum dan menyejahterakan masyarakat,” kata Walikota.

Selain itu Walikota Herman HN menyampaikan, bahwa lajak daerah yang diterima juga sangat bermanfaat, seperti pajak hotel, restoran, hiburan, kendaraan bermotor, dan lainnya.

“Pajak yang disetorkan oleh wajib pajak merupakan amal yang tak ternilai, apalagi uangnya digunakan bagi keperluan maslahat (orang banyak,-red) baik bagi perekonomian, pendidikan, maupun kesehatan dan banyak lainnya”, terang Walikota.

Dia mengharapkan, agar para wajib pajak dapat terbuka dan lebih transparan terkait penghasilan dan pajak yang harus dibayarkan.

“Meskipun uang pajak tidak dituliskan siapa kontributornya tapi Tuhan tahu, uang para wajib pajak lah yang digunakan dalam pembangunan negeri ini, pahalanya sungguh berkali lipat dan tidak terhitung lagi”, timpal Walikota.

Di kesempatan selanjutnya disampaikan oleh Anggota DPR RI Muhammad Kadafi. Dalam sambutannya, Kadafi membahas soal visi Indonesia untuk dapat menjadi negara terbesar kelima di dunia.

Sebagai Anggota DPR Komisi X, Kadafi juga membahas terkait pengajuan daerah Lampung untuk dapat menjadi Warisan Budaya (Cultural Heritage) dengan segala keindahan alam dan aset yang dimilikinya. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi fokusnya dalam sambutannya, karena Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat menjadi sumber pendapatan potensial bagi pembangunan Kota Bandar Lampung. (Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed