oleh

Pancasila Sebagai Ideologi Negara Atau Falsafah Negara

Lintasberita- Pancasila akhir- akhir ini sering digaungkan sebagai ideologi negara. Akan tetapi jika kita retropeksi pada awal mula bangsa Indonesia berdiri ialah pancasila sebagai landasan falsafah negara bukan dasar negara atau ideologi.

Istilah landasan falsafah negara bermula saat sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha- Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang mana dr. Radjiman Wedyodiningrat bertanya Philosophische gronslag atau landasan falsafah sebuah negara. Dalam sidang inilah rumusanpancasila muncul, akan tetapi bukan sebagai ideologi.

Falsafah secara umum ialah anggapan, gagasan dan sikap yang paling dasar dimiliki oleh orang atau masyarakat atau sebagai pandangan hidup. Pancasila sebagai falsafah negara berdasarkan ucapan Soekarno yang menyatakan bahwa pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia.

Melalui pemikiran Soekarno, Mohammad Yamin dan Soepomo rumusan pancasila muncul, ketiganya memiliki rumusan yang berbeda urutan tapi mempunyai kesamaan dalam setiap rumusan. Pembahasan rumusan pancasila berlanjut dalam sidang panitia Sembilan beranggotakan Sembilan orang, yang diketuai oleh soekarno. Diakhiri 18 agustus 1945 rumusan pancasila tidak berubah satu katapun.

Philosophische gronslag bukanlah ideologi melainkan pemikiran mengenai kehendak untuk hidup bersama dari segala suku, ras, agama, serta golongan bangsa Indonesia dalam suatu negara walaupun pada saat itu republik Indonesia masih sebatas angan yang dalam mewujudkannya ditentukan oleh Jepang.

Secara etimologi Philosophische gronslag berasal dari bahasa belanda yang berarti bersifat filsafat (philosophische) , grands (dasar), dan norma (lag). Dengan demikian Pancasila adalah pedoman yang mengatur kehidupan penyelenggaraan Negara.

Seiring berjalannya waktu pancasila pun dapat diartikan sebagai Ideologi Negara. Makna pancasila sebagai Ideologi Negara adalah nilai- nilai terkandung didalam pancasila menjadi cita- cita normatif dalam penyelenggaraan Negara, antara lain sebagai visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dasar- dasar yang termaktub dalam pancasila.

Artinya nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dasar dalam melangsungkan kehidupan bernegara.

Ideologi berasal dari kata kata “idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan “logos” berarti ilmu. Ideologi secara umum dapat diartikan kumpulan suatu ide, gagasan atau cita-cita yang mencakup nilai yang menjadi dasar serta pedoman Negara dan kehidupannya.

Pancasila sebagai Ideologi Negara tercantum dalam TAP MPR No.18 tahun 1998 tentang pencabutan dari TAP MPR No. 2 tahun 1978 mengenai pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila dan penetapan tentang penegasan pancasila sebagai dasar Negara.

Dalam pasal 1 TAP MPR tersbut mengatakan Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Dari ketetapan itulah kedudukan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Nilai -nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan nilai yang disepakati secara bersama oleh karena itu juga sebagai sarana pemersatu masyarakat dengan berbagai golongan.

Pancasila sebagai falsafah negara maupun ideologi negara berarti bahwa wawasan dan nilai yang terkandung secara kultural tertanam dalam sanubari serta kepribadian yang menggambarkan kebiasaan perilaku dan kegiatan masyarakat Indonesia.

Nilai yang terkandung pun menjadi cita- cita normatif dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Lima dasar yang ada dalam pancasila memberikan makna hidup serta menjadi tujuan hidup yang mengikat seluruh masyarakat Indonesia.

Oleh:
Arya Anasta Adam
Wakil Mentri Kajian, Agitas & Propaganda BEM FH UBL

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed