oleh

Pandemic Covid-19 Sebagai Bentuk Awal Perang Secara Biologis

Lintasberita.id- Covid-19 merupakan suatu virus yang sedang mewabah di seluruh dunia. Jika kita melihat keadaan dunia saat ini dimana terjadi nya suatu fenomena yang sangat luar biasa yaitu penyebaran virus Covid-19.

Badan kesehatan Internasional atau World Health Organization (WHO) menyatakan, bahwa virus ini termasuk kategori pandemic dimana wabah suatu penyakit yang menyebar di berbagai negara dalam penyebaran secara global atau luar lokal dan dapat mempengaruhi banyak orang,

Terdapat 185 negara yang terkonfimasi saat ini terjangkit virus ini, salah satu nya negara Indonesia. Hingga saat ini data menurut Johns Hopkins University and Medicine bahwa kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 90,976,653 jiwa di seluruh dunia.

Banyak nya isu-isu mengenai adanya suatu konsipirasi bahwa Covid-19 sebagai senjata biologis dalam perang. Dimana senjata yang menggunakan bakteri, virus atau organisme penyakit lainnya sebagai alat untuk membunuh serta melumpuhkan musuh.

Apabila Pandemic Covid-19 bisa jadi merupakan suatu Biological Warfare yang telah dirancang untuk perang dimasa yang akan datang, hal ini sebagai ancaman terbesar dalam peradaban dunia, dimana perang bisa saja dilakukan secara biologis yang senjata nya menggunkan bahan-bahan kimia atau bakteri untuk membunuh seseorang tanpa menyentuh.

Jika Covid-19 terbukti sebagai Biological Warfare maka hal ini akan berkaitan dengan permasalahan Internasional khusus nya pada Hukum Humaniter Internasional. Senjata dalam pembunuh massal yang penggunaannya dilarang dalam Hukum Humaniter Internasional.

Hal ini telah tercantum pada Protocol for the Prohibition of the Use in War od Asphyxiating, Poisonous, or other Gases and of Bactheriological Methods of Warefare (Protokol Jenewa 1925).

Hingga saat ini memang belum ada para ahli atau ilmuwan yang menyatakan bahwa Covid-19 sebagai senjata yang direkayasa untuk kepentingan perang dimasa yang akan datang.

 

dasarnya senjata biologis pernah dilakukan dalam peperangan , namun penggunaan senjata biologis pada saat ini sudah tidak diperbolehkan dalam perang karena sudah ada nya perjanjian internasional serta hukum yang mengatur, khusus nya pada Hukum Humaniter Internasional.

Penulis: Rasti Putri Januarti
(Mahasiswi Hukum Internasional FH Unila)

Komentar

Tinggalkan Balasan