Ruwa Jurai

Pasca Puting Beliung, Pemkot Akan Perbaiki TK Pembina dan SMP N 24

foto: istimewa

Bandar Lampung, Lintasberita- Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung Sukarma Wijaya memimpin rapat pembahasan status bencana angin puting beliung yang terjadi pada tanggal 12 Juni 2018 di Kota Bandar Lampung, diruang rapat Bapedda. Selasa, (17/7/2018).

Sukarma mengungkapkan, bahwa bencana angin puting beliung yang terjadi pada waktu yang lalu dikecamatan Sukarame mengakibatkan kerusahan sekitar 5 unit fasilitas umum berupa sekolahan.

“Sekola – sekolah yang terkena dampak angin puting beliung lalu yaitu TK Pembina, SMP Negeri 24, SMP Negeri 36, SMA Negeri 12 dan SMK Negeri 7 Bandar Lampung,” ungkap Sukarma.

Menurutnya, dari ke 5 unit sekolahan, 2 unit sekolah yang akan diperbaiki dengan menggunakan dana Penaggulangan Bencana yaitu TK Pembina dan SMP Negeri 24 Bandar Lampung .

“Menyikapi paska bencana  pada tanggal 12 juni 2018 lalu, ada 2 unit sekolah yang mejadi kewenagan Pemeritah Kota Bandar Lampung yaitu TK Pembina dan SMP Negeri 24,” terangnya.

Lanjut Sukarma, meskipun SMA Negeri 12 dan SMK Negeri 7 berada di wilayah kota Bandarlampung, namun kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi Lampung.

“Sekedar informasi pada waktu kejadian di lokasi yang sama  ada SMA Negeri 12 dan SMK Negeri 7  pun mengalami kerusakan, namun biar kami pertegas itu menjadi kewenagan pemerintah Provinsi,” terangnya.

Selain itu, SMP Negeri 36 juga tidak ditangani menggunakan dana tanggap bencana, karena unit sekolah tersebut merupakan sekolah baru dan masih dalam proses pengerjaan. Menurut aturan bencana pengerjaan ini bisa diajukan adendum penambahan nilai pengerjaan oleh rekanan.

“Akan tetapi untuk SMP Negeri 24 dan TK Pembina ini kan tidak ada dalam suatu pekerjaan sehingga dua unit sekolah ini akan menjadi kewenagan atau kewajiban Pemkot Bandar Lampung untuk segera melakukan normalisasi perbaikan,  karena ini unit pelayanan masyarakat bidang pendidikan artinya kita harus pastikan masyarakat yang disana peroses belajar nya nyaman,” lanjutnya.

Ketika disinggung total dana yang dianggarkan untuk penanganan 2 unit sekolah tersebut, Sukarma mengaku belum mengetahui berapa besaran angaran untuk perbaikan kedua sekolah itu. Namun berdasarkan informasi dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) angaran dana tak terduga cukup untuk memperbaiki sekolah tersebut.

“Pos angaran yang kita bisa tahu dari penyampaian BPKA lebih kurang di perubahan sampai 2 miliar. Tapi kita lihat dulu nanti, prinsip pengunaan angaran kita ini efektif dan efesien kalau memang tidak harus digunakan, kita tidak gunakan. Tapi kita mengunakan angaran ini seperlunya sesuai dengan keuangan pemerintah kota,” tutupnya. (*)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

87 + = 88