oleh

Pekerja Akui Proyek SPAM PUPR Tubaba Bermasalah

Lintasberita.id – Terkait Sejumlah proses pembangunan sumur dalam terlindungi pada Program Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) tahun 2021 yang diduga milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang berada di Tiyuh (Desa) Agung jaya dan Marcu Buana Kecamatan Way Kenanga yang disinyalir bermasalah semakin terkuak.

Pasalnya Anton, yang mengaku sebagai pengawas pada pekerjaan SPAM tersebut justru mengakui bahwa memang ada sejumlah masalah pada pemasangan pipa pada proses pembangunan sumur dalam terlindungi tersebut.

“Ya memang benar kata tukang, pipa itu dibakar dulu ujungnya sebelum disambungkan, soalnya pipa yang kita beli itu ukurannya besar dari sambungan (T) yang ada jadi jika dipasang langsung tanpa dibakar tidak bisa, makanya ujung pipa itu kita bakar agar bisa masuk disambunganya,” kata Anton saat dijumpai awak media.

Meskipun benar demikian, justru Anton sendiri malah seolah bertindak arogan dan mengaku sudah memarahi sejumlah tukang yang membeberkan permasalahan tersebut ke media bahwa ada sejumlah permasalahan pada proses pembangunan tersebut.

“Akibat kejadian ini tukang- tukang itu sudah saya marahi semua yang memberikan keterangan ke media, maksut saya ngapain mereka (pekerja) ngomong kayak gitu yang Lem kurang lah sambungan pipa bermasalah lah. ini videonya waktu saya marahi tukang-tukang itu,” ujar Anton sembari menunjukan video saat mengintimidasi para pekerja.

Ditempat terpisah, Nurul selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Kabupaten Tubaba saat dijumpai dirung kerjanya menegaskan bahwa dengan kejadian itu pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada rekanan sebagai perpanjangan tangan Dinas PUPR yang mengerjakan proyek pembangunan sumur dalam terlindungi pada program SPAM yang diduga bermasalah tersebut.

“Kami sudah menurunkan konsultan dan sudah memberikan teguran kepada rekanan, jika pekerjaan itu dilanjutkan maka tidak akan kami terima dan harus dibongkar,” tegas Nurul saat dijumpai diruang kerjanya. Senin (16/08/2021).

Dirinya juga mengingatkan kepada rekanan Dinas PUPR Tubaba untuk tidak bermain-main dan mengambil untung terlalu besar pada saat pengerjaan proyek, karena jika proyek tersebut dibongkar ulang justru akan merugikan pihak perusahaan sebagai rekanan itu sendiri.

“Ngapain lah mereka itu mengambil resiko terlalu besar bermain-main begitu, padahal jika material itu diganti paling selisih berapa sih? Nantinya jika perkerjaan itu tidak diterima dan dibongkar ulang justru mereka rugi sendiri. Yang jelas itu sudah salah jika pemasangan sambungan pipanya pakai dibakar -bakar, karena di petunjuk teknisnya (juknis) tidak seperti itu,” jelasnya.

Untuk diketahui, sejumlah proyek pembangunan tersebut ialah pembangunan sumur dalam terlindungi ditiyuh (Desa) Mercu buana 194 SR dikerjakan oleh CV. TIARA dengan nilai sekitar 900 jutaan Rupiah lebih yang diduga tidak menyertakan papan nama kegiatan sejak dimulainya pekerjaan tersebut dan tidak satupun melibatkan pekerja dari warga sekitar dan pembangunan sumur dalam terlindungi di Tiyuh (Desa) Agung jaya 167 SR Kecamatan Way kenanga yang dikerjakan CV.LEMBAK INDAH dengan Nomor Kontrak :600/09/ KONTRAK/PU/ TUBABA/III/2021 nilai sekitar 700 jutaan rupiah lebih yang justru mendapat keluhan dari para pekerja proyek itu sendiri yang menilai pihak kontraktor terkesan asal-asalan dalam memberikan martrial proyek.

“Sering bener peralatan ini kurang dan salah-salah, bayangkan saja untuk menyambung pipa sebanyak ini hanya diberikan lem satu kaleng saja dan harus cukup. Parahnya lagi saat pemasangan pipa ini ukuran penyambung pipa dengan pipanya ukurannya sama jadi otomatis pipa ini harus dibakar semua ujungnya agar bisa masuk di shoknya atau penyambung pipa tersebut, dan itu sudah dari awal sampai sekarang seperti itu semua soalnya dari kontraktornya tidak mau ganti katanya pakai saja dan suruh ngatur yang ada,” beber sejumlah pekerja proyek saat dijumpai di lokasi pemasangan pipa. Selasa (11/08) lalu. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed