oleh

Pembangunan Hotel Grand Mercure Ganggu Kenyamanan Warga Sekitar

Bandar Lampung, LB- Warga Jalan Raden Intan Gang Kenari, Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal Bandar Lampung mengaku terganggu dengan proyek pembangunan Hotel Grand Mercure di Jalan Raden Intan, tepatnya di depan toko buku Gramedia.

Pasalnya beberapa kali material proyek pembangunan tersebut jatuh ke pemukiman warga di sekitar lokasi bangunan hotel.

Hal ini diungkapkan oleh Bainah (54) yang rumahnya tepat berada di belakang bangunan hotel. Dirinya mengaku, beberapa waktu lalu atap rumahnya sempat tertimpa tali crane.

“Sekitar 2 atau 3 bulan lalu tali crane itu nimpa genteng malam-malam, itu kan besi, berat, saya coba angkat sendiri aja nggak keangkat,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (22/1).

Bukan hanya itu saja, Bainah juga menuturkan bahwa sudah ada tiga rumah yang pernah tertimpa material bangunan seperti kayu, besi, dan lain-lain.

“Pernah juga besi jatuh, kirain gempa apa bunyi bom, taunya besi coran lepas, itu sekitar jam 10 malam. Pokoknya terganggu lah,” tuturnya.

Selain itu, Bainah bersama beberapa warga lainnya juga mengaku sangat terganggu dengan aktivitas proyek yang kadang bekerja sampai subuh.

“Berisik, apalagi kalau lagi ngecor, kadang bisa sampai pagi. Kalau lagi nurunin besi juga, bunyinya. Belum lagi debunya, campur oli juga. Jauh-jauh lah jangan sampe ada yang jatuh lagi, bahaya. Apalagi di sini banyak anak kecil,” keluhnya.

Saat coba dikonfirmasi terkait masalah tersebut ke pihak kontraktor pembangunan Hotel Grand Mercure yaitu Wijaya Kusuma Contractors (WKC), security yang sedang berjaga di lokasi proyek mengatakan bahwa saat ini seluruh pengawas proyek sedang tidak berada di lokasi.

“Pengawasnya lagi keluar semua, jadi ini nggak ada yang ngawasin. Nggak tau kapan ada di sini, biasanya pada ke luar kota,” tutupnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed