Daerah

Pemkab Gelar Murenbag 2020 Tingkat Kecamatan Se-Tubaba

Murenbag Kab. Tubaba (ft,Khoiri)

Tulangbawang Barat, LB- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) melangsungkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Murenbang) Tahun 2020 Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Tubaba yang dipusatkan di Tiyuh (desa) Gunung Katun Tanjungan, kecamatam Tulangbawang Udik.

Pada sambutan Bupati Tubaba Hi.Umar ahmad, Sp yang dibacakan oleh Syakip Arsalan Asisten II bahwa kegiatan Musrenbang ini merupakan program rutin tahunan, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mekanisme perencanaan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

“Mekanisme semacam ini tidak lain adalah merupakan perwujudan dari sebuah proses perencanaan pembangunan daerah melalui pendekatan yang kita kenal dengan istilah pendekatan teknokratis, partisipatif, politik dan Top Down-Botton Up yang kemudian dirangkum menjadi usulan rencana kerja kecamatan. Sinkronisasi usulan rencana kerja kecamatan merupakan hasil kesepakatan program prioritas kecamatan yang dipadukan dengan hasil Musrenbang tingkat tiyuh yang telah dilaksanakan sebelumnya,” ungkapnya.

Sejumlah pembangunan tentu saja tak lepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang setiap tahunnya akan di susun. “Perlu diketahui bersama bahwa APBD Kabupaten Tubaba pada tahun 2019 ini tetap disusun melalui pendekatan anggaran pro rakyat, dimana belanja langsung lebih besar dibandingkan dengan belanja tidak langsung, yaitu untuk belanja langsung sebesar Rp. 575,48 milyar atau 53,60%, sedangkan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 498,27,98 milyar atau 46,40% dari total Rp. 1,073 Trilyun,” terangnya.

Namun demikian, tetap menyadari bahwa APBD Tubaba masih belum bisa mencukupi semua kebutuhan pembangunan dan perlu dilakukan untuk menyiasati dalam penggunaan anggaran kedepannya.

“Meski Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba telah berupaya melaksanakan anggaran berimbang, dengan menekan pengeluaran pos belanja tidak langsung, terutama dari belanja pegawai yang sifatnya tidak penting, yang dapat kita gunakan untuk membiayai pos belanja langsung, terutama untuk membiayai pembangunan sarana fisik infrastruktur, sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan di daerah, tentunya kita telah merasakan adanya perubahan yang lebih baik, karena itu pada kesempatan ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama.

Diantaranya bidang Insfrastruktur,sebagaimana kita ketahui bahwa infrastruktur merupakan salah satu faktor pembangkit perekonomian suatu wilayah, dengan tersedianya infrastruktur yang baik diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktifitas kesehariannya.

Bidang Pendidikan, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pembangunan sektor pendidikan akan terus kita tingkatkan, baik melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan maupun peningkatan mutu dan kualitas, bidang Kesehatan, bidang Perekonomian Rakyat Pada sektor pertanian, KabupatenTubaba, dan bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Tiyuh.

“Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan Tiyuh, Pemkab Tubaba di tahun 2019 ini telah menganggarkan Dana Desa sebanyak Rp. 89.161.665.000 (89 Milyar, 161 Juta, 665 Ribu Rupaih),” jelasnya.

Dirinya juga mengakui bahwa proses Perencanaan Pembangunan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan. “Untuk Perencanaan Pembangunan tahun 2020 ini kita telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan yaitu Simda Perencanaan agar kualitas perencanaan semakin meningkat untuk kemajuan kabupaten Tubaba yang lebih baik,” tutupnya. (Khoiri)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

43 − = 36