Daerah

Pemkab Lamteng Mulai Data Wilayah Terdampak Banjir

Lampung Tengah, Lintasberita- Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mulai mendata bencana banjir yang terjadi Senin sampai Selasa, yang berakibat lumpuhnya aktivitas di beberapa kecamatan.

Plt Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto usai rapat membahas bencana banjir menjelaskan, bahwa pihaknya harus melakukan prosedur lebih dahulu menangani banjir yang terjadi.

“Saya harapkan masyarakat bisa memahaminya, bukan saya tidak mau turun, akan tetapi ini kan sudah ada jajaran Dinas terkait mengatasi bencana banjir kemaren,” kata Loekman.

“Kita disini bekerja dengan tatanan yang ada dengan masing – masing bidang sudah melakukan tugasnya seperti BPBD gunakan peralatan untuk evakuasi masyarakat dan Dinas Sosial berikan bantuan makanan bagi warga yang mengungsi karena rumahnya terendam,”ujarnya.

Selaku pimpinan saya bersama Sekda, melakukan koordinasi terus setiap waktu melalui Camat yang mempunyai wilayah yang terkena dampak banjir,” imbuhnya.

Itulah gunanya pemerintahan, bukan berjalan masing – masing, namun semua pakai aturan sehingga dalam pengunaan anggaran jelas peruntukanya.

“Kita baru selesai rapat bersama jajaran terkait bencana bersama para Camat untuk meminta laporan di setiap kampung mana yang kondisinya rusak, sehingga kita mempunyai data yang riil mana aja yang perlu kita berikan bantuan,” jelas Loekman.

Ia juga menyadari kondisi kabupaten kita yang cukup luas, dengan jumlah penduduk sangat banyak, tentunya ini menjadi kendala kita dengan keterbatasan petugas yang ada saat menghadapi bencana banjir pastinya tidak semua bisa kita tangani langsung, kita menggunakan skala prioritas seperti Bekri, Bandar Surabaya yang banyak rumah terendam.

Kadiskominfo Lamteng, Sarjito menjelaskan data yang sudah masuk beberapa kecamatan, Anak Tuha jembatan mini 2 unit, Bandar Surabaya 629 KK terendam banjir, Bekri 276 KK, Seputih Agung 62 KK, Terbanggi Besar 476 KK, Seputih Banyak 1 jembatan, Rumbia jembatan, Waypengubuan jembatan.

Sedangkan lahan pertanian, dijelaskan kadis Pertanian Lamteng Rusmadi, bahwa lahan yang terendam 2.212 Hektar dan mayoritas 95 persen sawah dan tersebar di sejumlah kecamatan. Sedangkan sisanya, jagung, singkong dan kedelai.

“Kita belum bisa menyatakan Puso masih terendam kita nunggu beberapa hari lagi, ini tim sudah mulai memantau. Nantinya bila puso kita akan berikan bantuan bibit padi,” ujar Rusmadi.

Rusmadi kembali menjelaskan, hendaknya petani ikut asuransi pertanian, untuk antisipasi apabila terjadi gagal panen.

Untuk mendaftar bisa langsung temui para penyuluh pertanian, dan sekali panen hanya membayar Rp36.000. (red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

43 − 41 =