oleh

Penasihat Hukum Segera Ajukan Penangguhan Penahanan Julian

lintasberita.id- Irwan Apriato, S.H., selaku Penasihat Hukum salah satu tersangka dugaan korupsi pembangunan RSUD Kabupaten Pesawaran tahun 2018, Julian konsultan proyek pembangunan RSUD Pesawaran, akan segera mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

“Besok, InsyaAllah kami akan mengajukan penangguhan penahanan untuk klien kami,” kata Irwan didampingi Indah Meilan, S.H., kepada wartawan. Selasa (22/10/2019).

Irwan menambahkan, bahwa dirinya mendampingi kliennya saat dilakukan BAP oleh penyidik Polda Lampung, namun hingga saat ini pihaknya juga belum menerima BAP dari Penyidik, sehingga belum bisa mengambil langkah- langkah hukum yang akan diambil.

“Kita belum terima BAPnya, tentunya kita akan pelajari dahulu untuk mengambil langkah hukum selanjutnya, tidak menutup kemungkinan kita akan mengajukan Praperadilan, jika nantinya lanjut kepersidangan, kita bela di Persidangan,” timpal Irwan.

Menurutnya, BPK menetapkan dua versi, yakni menerima laporan dari mereka terlebih dahulu, namun saat ini BPK menyatakan adanya kerugian Negara yang di sampaikan oleh BPK Pusat (Jakarta).

“Kata klien kami kemarin itu BPK Provinsi, namun yang menyatakan adanya kerugian negara BPK Pusat, jadi yang menggaji kariawan itu masuk dalam kerugian negara. Kita ketahui di Lampung ini sangat sedikit konsultan, sedangkan proyek harus terus berjalan, namun dalam proses hukum ini di anggap salah,” kata Irwan.

Namun ada beberapa analis mengatakan, bahwa Pengawasan pembangun RSUD Pesawaran pengawasan kurang efektif dan efisiaen maka di dianggapnya rawan.

Irwan juga menyampaikan, jika ada perbuatan kliennya yang telah merugikan negara, maka kliennya sanggup siap akan memulangkan uang yang di anggap merugikan negara itu.

Sebelumnya, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampu ng menetapkan tiga orang tersang ka kasus dugaan korupsi pembangu nan Rumah Sakit Umum Daerah (RS UD) Pesawaran tahun 2018.

Tiga orang tersangka yaitu Raden Intan (RI) pejabat pembuat komit men merangkap PNS Dinas Kesehatan Pesawaran, Taufiqurrahman (TQ) selaku kontraktor dan Julian (JL) selaku konsultan proyek pembangunan RSUD Pesawaran.

Dari hasil audit BPK menyebutkan kerugian negara dalam proyek pem bangunan RSUD Pesawaran mencapai Rp4,8 miliar, pembangunan lantai II dan III RSUD Pesawaran tahun anggaran 2018 senilai Rp33 miliar. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed