oleh

Penebangan Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak Tak Terkendali

Lintasberita.id- Penebagan kayu di Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak yang berada di dusun Bandung Jaya, Desa Bojong Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur kian marak dan tak terkendali. Pasalnya, sudah satu minggu para penebang liar berkeliaran dari satu tempat pindah ke tempat lainnya untuk menebang pohon di hutan tersebut.

Hampir setiap hari terdengar suara mesin pemotong kayu (Singso) di dalam hutan, seolah aparatur pemerintah setempat, penegak hukum dan pihak terkait dalam hal ini Kehutanan (Polisi Kehutanan) seolah tutup mata.

Saat itu, Kamis (7/1/2020) wartawan ini tidak sengaja ke Hutan Lindung Register 38 Gunung Balak, lantaran terdengar suara singso kurang lebih berjarak 200 meter dari pemukiman warga. Terlihat juga di pinggir jalan terdapat tumpukan kayu hasil penebangan liar yang sudah dinaikan ke bag mobil.

Kadek, warga Siderjo yang menjadi penebang saat dikomfirmasi di lokasi penebangan mengatakan, jika semua ini yang menghendelnya adalah Abu.

“Kata si Abu, kalau ada yang datang ke sini suruh aja kerumah atau temui saya, (menirukan omongan Abu,-red), lahan karet Ini punya pak Muter orang Bali,” kata Kadek.

Kemudian wartawan ini mendatangi kediaman Muter pemilik lahan karet, namun yang bersangkutan tidak berada ditempat. sang anak justru membeberkan kepada wartawan, jika masalah penebangan dilahan milik ayahnya (Muter,-red) dirinya tidak pernah menyuruh, justru Kadek yang meminta sendiri.

“Kadek kesini ngomong jika dia mau nebang pohon karet itu, ‘soal urusan yang ini itu urusan saya’, kata kadek. Saya bilang sama kadek ‘kalau Kamu berani tanggung jawab silahkan, tapi kalau ada apa-apa jangan libatkan saya. Itu juga saya bayar Rp6.500.000,- dan kayunya dia yang ngambil, saya enggak berani nebang karna takut bermasalah, tapi jawab Kadek dia yang tanggung jawab,” jelas Komang. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed