Headline

Pengadaan Buku Perpustakaan Sekolah, Disdik Tubaba Tuding Rekanan Tanggung Jawab

Disdik Tubaba Jumadi (ft.Khoiri)

Tulangbawang Barat, LB-  ‎Dugaan permasalahan  proyek pengadaan buku koleksi perpustakaan untuk 40 sekolah dasar (SD) dikabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) senilai hampir 2 miliar itu perlahan semakin terkuak.

Bahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tubaba melalui Jumadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pengadaan buku koleksi perpustakaan sekolah dasar (SD) itu memberikan keterangan yang jauh berbeda dari fakta yang didapat dilokasi sekolah penerima buku koleksi perpustakaan tahun 2018 hingga menuding Cv. Bukit Mas Mulia yang harus bertanggung jawab jika ada unsur merugikan uang negara.

Menurut Jumadi, terkait proses lelang dirinya membenarkan bahwa pengadaan buku koleksi perpustakaan di menangkan oleh CV Bukit Mas Mulia dari Bogor Jawa Barat.

“Untuk jumlah buku dipastikan bahwa sebanyak 880 judul per buku yang satu judul satu buku, dan dipastikan 40 sekolah yang menerima  buku tersebut mendapatkan jumlah buku yang sama, karena itu sudah diperiksa oleh Tim dari Disdik Tubaba sebanyak 7 orang dari sebelum buku itu di distribusikan,” tegas Jumadi saat dijumpai diruang kerjanya, Kamis (14/2/2019)

Jumadi menuding persoalan yang muncul pada proyek pengadaan buku tersebut saat ini merupakan tanggung jawab rekanan sehingga rekanan patut mendapatkan sanksi.

“Dan jika ada perbedaan dalam pendistribusian buku yang tidak sama. Dengan contoh ada yang menerima 18 dus dan ada yang kurang itu dipastikan dapat merugikan negara dan bisa kena sangsi,”elaknya

Selain itu, pada saat pendistribusian buku ke sekolah harus ada laporan berita acara penyerahan yang ditandatangani oleh semua pihak baik dari sekolah, dinas pendidikan dan perusahaan penyedia.

“Apabila tidak ada tanda tangan ketiga pihak itu maka di anggap tidak sah,”cetusnya.

Sebelumnya keterangan berbeda juga diberikan oleh Doni Novalian PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tubaba yang mengaku akan berkoordinasi dengan pimpinannya terlebih dahulu terkait adanya temuan dilapangan.

“Kalau itu saya akan koordinasi dahulu dengan pimpinan saya terlebih dahulu,”ungkap dia saat dimintai keterangan di Komplek Perkantoran Satker Pulung Kencana, Rabu (13/2) kemarin.

Saat disinggung mengenai tanda tangan serah terima, dikatakannya buku tersebut langsung dari perusahaan dan serahkan ke sekolahan dan dari pihak sekolah akan memberikan kembali serah terima buku tersebut.

“Ya kita akan melihat juga data tersebut,”elaknya

Anehnya, untuk penetapan sekolah yang akan menerima buku tersebut, Doni mengkalim bahwa bukan dinas terkait yang menerapkan daftar sekolah yang akan mendapatkan bantuan namun langsung dari program pusat sendiri yang menetapkannya.

“Untuk proses sih setau kita, itu sudah di tentukan untuk nama-nama yang dapat, artinya kita telah menentukan lokasi itu. Kalau untuk penetapan sekolah itu pusat yang menentukan, dan dinas tidak menentukan bantuan tersebut program dari dinas pusat dan diambil dari data pokok pendidik (Dapodik),”kelitnya.

Dijelaskannya juga bahwa Dapodik ini bentuk perwakilan dari profil dari kondisi sekolahan itu sendiri. Untuk kriteria sekolahan yang bisa mendapatkan bantuan itu dinas juga tidak bisa menentukan sebab itu kembali di tentukan oleh Dapodik.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa pihak dinas telah melakukan pemeriksaan di semua sekolah yang menerima bantuan namun terkait nominal jumlah bantuan yang di terima per-sekolah dirinya tidak bisa menjelaskan.

“Untuk judul bukunya kurang lebih 800 judul, tetapi kalo untuk jumlah pasti nya angka-angkanya saya kurang tahu, itu ada di datanya,” beber dia.

Di tanyakan untuk jumlah pasti per sekolahan mendapatkan berapa buku Doni, tidak bisa menjabarkan jumlah yang telah di tentukan.

“Dalam satu sekolah itu dapat kurang lebih ada, saya lupa yang pasti itu ada 800 buku gitu, bisa satu judul dua buku dan kalo untuk jumlah global nya saya kurang tau juga pak, tetapi kalo untuk dana semua nya sama,” ucapnya.

Doni menegaskan, apabila terjadi tidak sesuai dengan apa yang disepakati dalam pembagian bantuan buku tersebut pihak dinas akan memberikan surat teguran.

“Artinya kalo memang ada penyimpangan dan kita berhak memberikan teguran di situ pastinya juga ada payung hukumnya nantinya,”tegas dia.

Beberapa waktu lalu Doni novalian beserta Tim telah melakukan pemeriksaan di setiap sekolah yang telah menerima bantuan buku perpustakaan dirinya memastikan untuk pembagian buku di 40 sekolah tersebut sama jumlahnya dan dianggap tidak ada masalah.

“Pada saat itu kami telah melakukan pemeriksaan di sekolahan yang menerima bantuan buku, untuk pembagian nya semua sekolah sama rata dan saya anggap itu tidak ada masalah,” ungkap Doni.

Pernyataan PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tubaba ini berbanding terbalik dengan informasi yang dihimpun dari sekolah penerima maupun pihak Disdik Tubaba sebelumnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terkesan “Gelagapan” ketika wartawan mengkonfirmasi terkait Pengadaan Buku tahun anggaran 2018 lalu bagi 40 Sekolahan Dasar (SD) yang ditenggarai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) pengadaan barang dan jasa serta juga terindikasi syarat penyimpangan.

Hal ini berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari sejumlah sekolahan yang diberikan bantuan buku tersebut. Penelusuran pun menemukan buku-buku yang tidak bisa digunakan dan juga pihak sekolahan enggan mengotak-atik buku tersebut lantaran mereka tidak tahu menahu soal buku yang tiba-tiba datang tersebut.

“Kami tidak tahu mas kalau untuk jumlah bukunya secara rinci, kami hanya menerima Rincian diatas kertas serta serah terima dari Dinas secara tertulis saja,”ungkap Apri Irianto, Kepala SD Negeri 03 Setia Bumi, Gunung Terang saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Kalau buku yang diberikan dari Dinas Pendidikan, Lanjut dia, ada 18 Dus yang isinya buku bacaan yang hingga saat ini kami belum berani membukanya.

“Karena kami diberitahu yang mengantar Dus-nya jangan di Buka dulu sebelum di periksa dari pihak Dinas Pendidikan,” terang Apri.

Lebih anehnya lagi, SD Negeri 02 Setia Bumi yang belum memiliki Perpustakaan namun diberikan buku sehingga menumpuk di kantor sekolahan.

“Sekolahan Kami menerima Bantuan Buku Perpustakaan dari Dinas Pendidikan sebanyak 18 Dus yang hingga saat ini belum kami buka Dus-nya, untuk Perpustakaan Sekolahan kami belum ada, dan kalau Murid kami berjumlah 119 Siswa,” cetus Ruhari Kepala Sekolah SD Negeri 02 Setia Bumi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang Barat, melalui Sekretarisnya Budiman yang didampingi Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Badri, mengaku jika terdapat 40 sekolahan yang diberikan bantuan buku tahun lalu dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar.

“Bantuan buku tersebut sudah direaliasikan dan hingga saat ini Dinas Pendidikan belum menerima keluhan apapun dari pihak sekolahan yang menerima bantuan tersebut,” klaim Badri.‎

Pihaknya berkelit jika bantuan tersebut sudah sesuai meskipun Dinas Pendidikan belum melakukan kroscek.

“Kalau untuk jumlah Buku yang diterima oleh pihak sekolahan kami tidak mengetahuinya secara rinci, karena itu di lelang dan dikerjakan oleh pihak ketiga dan terkait persoalan yang menerima tidak ada perpustakaan itu bukan wewenang kami, sebab yang kami berikan bantuan sesuai daftar dari pejabat sebelum kami,”elaknya.

“Dalam Waktu dekat ini kami akan mengecek dilapangan terkait berapa jumlah buku yang diterima persekolahanya dan beberapa hal lainya, Intinya kalau dari Dinas Pendidikan tidak ada kesalahan lagi  persoalan bantuan buku Perpustakaan yang berasal dari DAK tersebut,” kata  Badri. (Khoiri)‎

Add Comment

Click here to post a comment

− 3 = 2

 

Lintas Berita di Twitter