oleh

Pengelola Kandang Ayam Desa Jemberana Kambing Hitamkan PT.APS

Lintasberita- Desa Jemberana, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur dihebohkan lantaran banyak lalat yang hinggap dan beterbangan di rumah- rumah warga. Diduga, lalat – lalat tersebut berasal dari peternakan ayam potong (Boiler) PT Darma Jaya yang berlokasi sekitar 40 meter dari pemukiman.

Didalam peraturan, jarak kandang ayam dari pemukiman warga yakni minimal 100 meter dan kemudian pengelola kandang dengaan rutin harus mengadakan penyemprotan, agar tidak muncul gangguan dan mencemari lingkungan sekitar kandang.

Saat ini hampir semua warga sekitar kandang ayam komplain, lantaran lalat sudah terlalu banyak, sehingga warga desa Jemberana beramai- ramai akan menuntut kandang tersebut di tutup, apabila pemiliknya tidak bisa membuat lalat- lalat tersebut berkurang.

Sebelumnya, Puji salah satu orang kepercayaan PT. Darma Jaya (Perusahaan kadang ayam) saat di komfirmasi media ini mengatakan, bahwa dirinya sudah berusaha semampunya agar lalat -lalat yang berterbangan di rumah-rumah warga berkurang.

“Tapi ini saya kasih tau, sumber lalat itu bukannya dari kandang ayam saja, coba sampean masuk ke PT. Argo Prima Sejahtra (APS) disitu banyak pupuk kandang yang tidak tertutup, kehujanan dan kepanasan. Saya lihat sendiri bahwa lalatnya banyak numpuk,” tuding Puji, sembari meminta untuk tidak diberitakan dengan alasan sudah dilakukan rembuk pekon (Musyawarah).

Atas tudingan Puji tersebut, Rabu (10/6) media ini mencoba menelusuri ke PT.APS dan bertemu dengan Warso, selaku Kepala Bagian (Kabag) Umum di Perusahaan itu.

Warso mengatakan, bahwa di PT. APS pupuk kandang selalu diberi obat, bahkan menurutnya selama beberapa bulan kandang ayam tersebut kosong lalat hampir tidak ada.

“Namun jika kandang mulai beruprasi, makan pun kami susah, karena lalat terlalu banyak, tapi kami tidak ada ucapan yang mengatakan karena kandang ayam tersebut,” kata Warso.

“Akan tetapi, kenapa giliran dia diprotes warga justru melibatkan PT.APS. Saya pribadi tidak akan terima atas bahasa dari Puji melibatkan PT.APS dalam permasalahannya, dan saya akan tuntut dia atas pencemaran nama baik,” timpal Warso.

“Saya tidak terima, kenapa coba, atas dasar apa dia melibatkan kami di PT.APS, sedangkan sesepuhnya sendiri pun mengatakan bahwa sember lalat itu dari PT. Darma Jaya itu,” jelasnya.

Warso juga dengan senang hati jika hal tersebut diberitakan, sehingga masyarakat tahu dan dapat menilai sendiri.

“Agar semuanya tau, kalau di PT. APS bukan sumber dari lalat seperti kandang ayam. Disini sumber usaha masarakat banyak yang dikelola yang didalamnya ada pisang dan nanas,” kata Warso. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed