oleh

Pj. Kades Grujugan Baru Akan Tindak Tambang Pasir Ilegal

Lintasberita.id- Tambang pasir yang diduga ilegal sudah meresahkan warga sekitar, namun Pj. Kepala Desa (Kades) Grujugan Baru, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Peaawaran Ehwan Muslim mengaku tidak mengetahui ada penambangan pasir liar di desanya.

“Saya tidak tau. karena saya juga kan masih baru, cuma pas saya tanya ke sekdes katanya memang ada penambangan tersebut,” ujarnya, Sabtu (25/7/2020) melalui sambungan teleponnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan turun kelapangan untuk mengecek ke lokasi tambang tersebut.

“Ya kalau tidak ada halangan mungkin Senin (27/7) saya ke lokasi, apalagi yang saya tau tidak ada ingkam ke desa dan ada masyarakat yang di rugikan,” tambahnya.

Dia juga menambahkan, kalau terbukti penambangan tersebut ilegal maka dia akan meminta pemiliknya untuk menutup sementara usahanya sambil mengurus izin.

Sementara, terungkap pemilik modal penambangan pasir liar di Dusun Kota Baru, Desa Grujugan Baru, Kecamatan Negeri Katon adalah oknum perangkat desa salah satu pekon di Kabupaten Pringsewu.

Hal tersebut di akui oleh yang bersangkutan David.

“Ya saya Kadus di Dusun 10 Desa Panggung Rejo Induk,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Marjono, salah satu warga sekitar lokasi penambangan pasir yang diduga ilegal di Dusun Kota Baru, Desa Grujugan Baru, Kecamatan Negri Katon, Pesawaran mengaku jika semenjak adanya aktivitas penambangan pasir, jalan di depan rumahnya menjadi rusak.

“Yo mas, jalannya rusak semenjak ada penambangan pasir, apalagi kalau musim hujan parah bahkan sudah ada yang motornya jatuh karena jalannya licin,” ujarnya, Jum’at (24/7) saat ditemui di kediamannya.

Menurut Marjono, aktivitas penambangan pasir tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun dan pemilik alat sedot tersebut adalah warga Kabupaten Pringsewu.

“Kalau penambangan kayaknya sudah setahunan, kalau yang punya namanya David warga Desa Panggung Rejo Pringsewu,” ungkapnya.

Sementara, David yang di duga pemilik alat sedot pasir mengaku dirinya hanya pemilik modal sementara yang menjalankan usahanya salah satu kawannya.

“Kalau saya hanya bantu modal istilah nya kerja sama lah sama kawan,” ujarnya.

Saat disinggung terkait izin dari pihak terkait dirinya mengaku belum memiliki izin.

Menurut pantauan media ini di lokasi penambangan tampak lubang menganga yang di duga bekas penambangan pasir. (Im)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed