Pendidikan

Plt Walikota Buka Acara GUSO PKBI Lampung

Bandar Lampung, Lintasberita- Plt. Walikota Bandar Lampung M. Yusuf Kohar membuka acara Program Get Up Speak Out (GUSO) oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung. Acara digelar di Kantor PKBI yang berada di Jalan Abdi Negara, Bandar Lampung, Rabu (21/2).

Acara ini juga diadiri oleh Direktur PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani, Ketua MUI Provinsi Lampung Suryani M. Nur, Kepala Sekolah SMPN 13, Kepala Sekolah SMPN 22, Kepala Sekolah SMPN 25, Kepala Puskesmas di lingkungan sekitar SMPN 13, Kepala Puskesmas di lingkungan sekitar SMPN 22, Kepala Puskesmas di lingkungan sekitar SMPN 25, OPD terkait, dll.

Yusuf Kohar mengungkapkan, bahwa atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung, ia menyambut baik serta memberikan penghargaan dan terima kasih kepada PKBI Lampung karena diadakannya Program GUSO di Kota Bandar Lampung.

Yusuf Kohar berharap, agar kegiatan yang dilaksanakan ini dijadikan momentum awal untuk kebangkitan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi remaja di sekolah-sekolah yang dilaksanakan oleh PKBI Lampung, guna mewujudkan generasi muda yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menjaga kesehatan.

“Saya berharap agar kegiatan ini dijadikan langkah awal untuk kebangkitan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi bagi para remaja yang berada di sekolah tersebut (SMPN 13, SMPN 22, SMPN 25) untuk mewujudkan generasi muda yang punya pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Direktur PKBI Dwi Hafsah Handayani menerangkan, bahwa program ini bukan hanya melibatkan pelajar, tetapi juga para guru di tiga SMP tersebut.

“Kami berikan pelatihan bagaimana cara penyampaian kepada para siswanya, serta Dinas Kesehatan kota melalui bidan yang ada di puskesmas di lingkungan tersebut,” terangnya.

Dwi Hafsah melanjutkan, program ini akan dikaji selama kurang lebih 3 sampai 4 tahun, dari tahun ajaran 2018/2019, pendidikan reproduksi ini akan diberikan kepada siswa kelas 7, kelas 8,kelas 9 dan setiap tahun mereka (para siswa) dapat pelajaran ini. Dan nantinya jika program ini berhasil, maka 3 sekolah tersebut akan dijadikan model sekolah percontohan untuk sekolah – sekolah yang ada di seluruh Indonesia.

“Disini juga kami menggandeng pihak Universitas Gajah Mada (UGM) untuk membuat bukti tertulis bagaimana prilaku siswa yang belum diberikan pendidikan reproduksi dan setelah diberikan pendidikan reproduksi,” pungkasnya. (red)

Berita Terkini

Add Comment

Click here to post a comment

89 + = 97