oleh

Polda Lampung Sita 50 Ton Garam

foto: esam
Bandar Lampung, Lintasberita- Polda Lampung menggelar ekspos hasil tangkapan operasi yang ditingkatkan Polda Lampung dan Jajaran di Koridor Mapolda. Kamis, (13/9/2018).

Terlihat barang bukti yang disita cukup fantastis seperti kendaraan roda dua, roda empat, ratusan paket gaja, barang elektronik, senjata tajam, mesin kapal, hingga menyita sekita 50 ton garam yang belum memiliki izin edar.

Ada yang menarik terkait tangkapan 50 ton garam yang di amankan petugas, pasalnya garam tersebut di sita dari dalam gudang produksi langsung.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan, bahwa garam yang di sita merupakan barang bukti kejahatan terhadap makanan. Ia menilai garam tersebut belum jelas terkait perizinan edar dan belum terjamin kesehatannya.

“Kita sita garam di gudang kurang lebih 50 ton, dan kita juga amankan satu orang yang mendapatkan untung. Yang jelas, izin belum jelas, membahayakan, tidak steril dan belum layak di operasikan ke pasaran,” terangnya.

Sementara itu, tersangka YT (47) warga Sukabumi Bandar Lampung yang juga pemilik garam mengatakan, bahwa garam tidak lah berbahaya, hanya izin edar yang masih dalam proses.

“Kalau barangnya gak berbahaya, cuma izin edarnya yang belum selsai di poroses, lagi dalam proses,” katanya.

Menurutnya, garam tersebut dikelolo secara perorangan, namun sangat sulit untuk mendapatkan izin edar, padahal garam yang di kirim dari pulau jawa itu setiap bulannya bisa memproduksi menjadi garam kemasan hingga 20 ton.

“Sudah masuk tiga tahun ini belum selsai, prosedurnya yang lambat, ganti Kepala Dinas lah. Izin bukan hanya dari lampung saja melaikan dari BPOM di Jakarta juga,” tuturnya.

Ekspos yang di pimpin Wakapolda itu, di hadiri oleh Pejabat Utama Polda Lampung, Kapolres Jajaran serta anggota. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed