oleh

Polda Lampung Ungkap Kasus Penjualan Senpi Ilegal

Ekspose kasus senpi ilegal di pelataran Polda Lampung

Lintasberita.id- Ditreskrimum Polda Lampung berhasil mengamankan YAC (31), warga Probolinggo saat berada di Pol Damri, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Limopuro Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Sabtu (29/6) sekitar jam 07.30 WIB. Hal itu diketahui dalam ungkap kasus perakitan dan penjualan sejata api ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Lampung Kombes Pol. M Barly Ramadany mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari sosial media.

“Jadi kami membongkar kasus ini berawal dari sosial media, dan kami langsung turunkan tim Resmob untuk mengungkapnya,” ungkap Barly, Senin (1/7).

Dari hasil penyelidikan, pihaknya mendapati adanya transaksi barang senjata api melalui jasa paket. Kemudian dilakukan koordinasi dengan pihak jasa paket (di Poll Damri, red) Metro. Setelah itu pihaknya melakukan pemantauan saat pelaku YAC mendapat kiriman bahan senjata api dari HRLD yang saat ini DPO.

“Jadi pelaku terlebih dahulu sudah dihubungi oleh pihak Pol Damri yang memberitahukan bahwa paket (yang dikirim oleh HRLD, red) melalui Damri telah sampai,” bebernya.

“Setelah pelaku sampai di loket Damri,  langsung menuju tempat pengambilan paket. Kemudian pelaku  menunjukkan resi pengambilan pengiriman barang dan menandatangi bukti tanda terima pengambilan barang, kami lakukan pengamanan,” timpalnya.

Barly menambahkan, bahwa berdasarkan pengakuan, tersangka membuat, merakit dan menjual sendiri senjata api yang dibuatnya. Cara kerjanya dengan memutilasi softgun dan menggabungkan dengan senjata api seperti silinder, dan kemudian dijual belikan melalui sistem online.

“Kalau suku cadang ngakunya dari online, dan belajarnya dari online tapi belum bisa dibuktikan, makanya kami masih dalami kaitannya dengan HRLD yang masih kami kejar,” ujar Barly.

Barly juga menuturkan, jika pelaku menjual barang tersebut sesuai dengan pesanan. “Harga perpucuk senjata dibandrol Rp7 juta, kalau peluru satu paket Rp800 ribu,” kata Barly.

Disinggung apakah pelaku juga memasok senpi untuk para curanmor, Barly meminta untuk bersabar. “Makanya itu, ini masih kami dalami sejauh mana distribusi senjata api rakitan ini,” tandasnya. (eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed