Headline Tulang Bawang Barat

Polemik Agrowisata, Kejari Tulangbawang Akan Panggil Dinas Pertanian

foto: Khoiri
Kasi Pidsus Kejari Tulangbawang Husni Mubaroq,SH,.MH.

lintasberita.id- Kejaksaan Negri (kejari) Tulang bawang melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Husni Mubaroq,SH,.MH. memberi dukungan kepada Forum Wartawan Harian Tulangbawang Barat Bersatu (FW-MHTB) sebagai lembaga sosial kontrol dalam menyikapi adanya dugaan permasalahan dalam pengelolaan anggaran taman Agrowisata Tubaba yang dikelola oleh Dinas Pertanian.

“Setiap praduga itu bisa saja, namun untuk membuktian benar atau tidaknya itu ada tahapan dan prosesnya, dan kami akan selalu mensuport gerakan Forum Wartawan Harian Tulangbawang Barat Bersatu sebagai lembaga sosial kontrol untuk menindaklanjuti terkait penggunaan anggaran Dinas pertanian tersebut,” ungkap Husni saat dijumpai diruang kerjanya. Kamis (11/7/2019).

Dirinya menegaskan, jika nantinya ditemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaaran Dinas Pertanian, maka pihaknya akan menjalankan tugas sesuai prosedur termasuk melalukan pemanggilan terhadap pihak terkait.

“Bersalah atau tidaknya ada peluang untuk dipanggil dulu Kepala Dinas Pertanian tersebut, soalnya dia yang harus bertanggung jawab atas penggunaan anggaran yang dia kelola. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan kita panggil pihak-pihak yang terkait.” tegasnya.

Disisi lain, taman buah Agrowisata Pulung Kencana rupanya terus mendapatkan suplai dana yang cukup besar setiap tahun, anggaran yang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba, dan anggaran tersebut yang ditenggarai menjadi alat untuk keuntungan pribadi oleh oknum tertentu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Hamdani, Pengurus Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Provinsi Lampung saat mendampingi N.S. Hadiwinata Ketua Umum GNPK RI. Ia memaparkan bahwa dugaan permasalahan lainya yang terjadi pada pengelolaan anggaran perawatan Agrowisata di Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba.

“Yang sudah jelas Rp. 100 juta per tahun, selain itu banyak lagi mata anggaran lainnya seprti untuk belanja pupuk, obat-obatan dan lain-lain yang dikucurkan untuk taman buah Agrowisata, namun tidak pernah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sama saja membuang-buang uang Negara tidak jelas,” tudingnya. (khoiri)

Add Comment

Click here to post a comment

49 − = 48

Lintas Berita di Twitter