oleh

Polemik Jalan Penumangan Baru – Unit VI, Camat Pagar Dewa Minta Rekanan Tanggung Jawab

lintasberita.id- Camat Pagar Dewa Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Eriko fernando, harapkan adanya perbaikan jalan Rigid beton ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI yang sudah kembali rusak meskipun baru selesai dikerjakan.

Diketahui, pembangunan jalan Rigid beton ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI tersebut dikerjakan oleh PT. Belibis Raya Group sebagai rekanan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp12 Milyar lebih.

“Karena jujur saya baru menjabat sebagai camat Pagar Dewa, jadi saya kurang tahu proses pengerjaan pembangunan jalan Rigit beton tersebut, namun yang pasti kami sangat berharap kepada pihak rekanan dari Dinas PUPR Provinsi Lampung agar tanggung jawab atas hasil kerjanya yang kurang maksimal,” ungkap Eriko Fernando saat dijumpai seusai rapat Koordinasi yang di gelar dikantor kecamatan setempat. Rabu (15/01/2020).

Lebih lanjut, Eriko fernando enggan berkomentar banyak terkait proses pengerjaan Rigid beton ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI yang terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan saja sama camat Pagar Dewa yang lama, karena kemungkinan beliau lebih tahu dan mengerti tentang proses pembangunannya itu. Kalau saya jujur saya kurang tahu karena saya memang baru menjabat sebagai Camat Pagar Dewa ini,” singkatnya

Sebelumnya, Anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Kadarsyah sangat menyayangkan proses pengerjaan Pembangunan Rigid beton ruas jalan Penumangan baru – Unit VI yang terkesan dikerjakan asal-asalan.

Bahkan Kadarsyah mengaku sebagai Putera daerah di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) merasa kecewa dengan hasil pekerjaan dari PT. Belibis Raya Group yang dinilai tidak maksimal.

“Yang jelas kami sebagai putra daerah sangat menyayangkan atas hasil kerja pihak ketiga (PT.Belibis Raya Group) sebagai rekanan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Lampung yang tidak maksimal, soalnya baru hitungan hari saja selesai dikerjakan sudah banyak yang retak dan berlubang di beberapa bagian,” ungkap Kadarsyah

Kadarsyah menuding, parahnya lagi pada saat pengerjaan pembangunan jalan tersebut pihak ketiga seolah tidak transparan dalam informasi kepada masyarakat hingga menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan pada proses pengerjaan Rigid beton ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI.

“Seharusnya setiap pengerjaan proyek pemerintah itu harus ada papan informasi yang terpasang dilokasi, karena itu memang salahsatu kewajiban rekanan yang mengerjakan agar masyarakat tahu dan bisa menilai anggaran itu brapa dan dari mana, namun hingga saat ini tidak ada papan informasi yang di maksud, hal itu semakin menunjukan adanya kejanggalan pada pengerjaan proyek Rigid beton tersebut,” tudingnya.

Sementara S.joko kuncoro Wakil ketua (waka) II DPRD Tubaba menambahkan, bahwa dirinya mewakili masyarakat Tubaba mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah membangun jalan dikabupaten Tulangbawang barat khususnya di ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI, namun sayangnya pembangunan tersebut seakan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Yang pasti kami berterimakasih karena Pemprov Lampung sudah memperhatikan Kabupaten Tubaba, namun disini saya menyayangkan pembangunan Rigid beton ruas jalan Penumangan Baru – Unit VI tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan sehingga sekarang sudah rusak kembali di beberapa bagian,”ungkap Waka II DPRD Tubaba saat dijumpai diruang kerjanya, selasa (14/01/2020)

Untuk itu, Joko kuncoro meminta pihak terkait dan penegak hukum untuk turun guna mengecek kelokasi pembangunan ruas jalan Penumangan Baru-Unit VI tersebut,

“Jika dilihat dengan kasat mata jelas pembangunan itu tidak sesuai dan terkesan asal-asalan, masak baru selesai dikerjakan sudah rusak, bahkan parahnya lagi jalan cor-coran tersebut bisa berlubang dengan di korek menggunakan ranting kering saja, jelas itu menunjukan bahwa kualitas jalan itu sangat buruk dan dikerjakan asal-asalan,” tegasnya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed