oleh

Proyek Drainase Jl. Ir Sutami Desa Bandar Agung Diduga Asal Jadi, Pemborong Pasrah

Lintasberita.id – Proyek pembangunan drainase di Jl. Ir Sutami desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Simpang Sribawono Kabupaten Lampung Timur diduga asal jadi. Lantaran, untuk pemasangan batu hanya selapis saja dan di dalamnya diuruk dengan tanah agar kelihatan tebal.

Hori, warga yang diminta mengawasi proyek tersebut nengatakan, terkait pemberitaan yang sudah beredar dirinya menyerahkan kepada Yadi, yakni orang yang meminta dirinya mengawasi proyek.

“Saya enggak tahu mas, semuanya saya sudah telpon pak Yadi karna saya cuma nunggu orang kerja saja,” kata Hori. Sabtu (9/10/2021).

Sementara itu, saat di komfirmasi melalui via telpon, Yadi mengakui jika proyek tersebut merupakan pekerjaannya, dan dirinya merupakan pengawas proyek.

“Semua nya itu kerjaan saya mas, saya pemborongnya dan saya pengawasnya, semua nelpon saya jadi saya pusing, saya enggak bisa lagi nemui sampean karna semua berita sudah menyebar luas sudah sampai di pusat,” kata Yadi.

“Saya jadi pusing karna orang dari pusat mau turun kelokasi, kata merika mau bungkar semua pekerjaan karna berita yang sudah buat enggak nyaman, tapi turunnya merika ke lokasi belum di jadwalkan, saya sudah pasrah aja,” timpalnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan drainase di Jl. Ir Sutami yang berada di desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Simpang Sribawono Kabupaten Lampung Timur patut di pertanyakan.

Pasalnya, proyek yang diduga asal jadi tersebut seolah tidak di perbolehkan untuk di ketahui oleh publik. Saat tim media melakuka sosial kontrol di lokasi, proyek tersebut terlihat tidak layak dan terlihat acak -acakan.

Hori, warga Bandar Agung yang bekerja sebagai pengawas di proyek tersebut tidak mengetahui perusahaan atau kontraktor yang mengerjakannya.

“Saya enggak tahu mas, CV apa dan pemborong nya siapa, saya hanya siruhan pak Yadi menunggu orang kerja, soal pekerjaan ini emang sudah kayak gini, coba sampian telpon pak Yadi agar lebih jelasnya,” kata Hori. Sabtu (2/10/2021).

Namun saat ditanya tarkai pekerjaan yang secara nyata pemasangan batu tipis dan juga selapis, Hori meminta untuk tidak di beritakan.

“Tolong dulu sual ini jangan diberitakan atau dipermasalahkan, nanti saya bilangin sama pak Yadi, karna saya cuman diperintah pak Yadi,” tutup Hori.

Saat dihubungi melalui via telpon, Yadi tidak mengangkat telpon dari media ini.

Dalam peraturan perusahaan pemenang tender proyek saat pengerjaan harus memasang papan anggaran proyek, sebagai informasi kepada masyarakat terkait proyek tersebut.

Kepada instansi yang terkait seperti dinas PUPR atau pihak penegak hukum untuk bisa ikut memantau pekerjaan -pekerjaan seperti ini yang disinyalir sarat bermasalah. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed