Daerah Headline Way Kanan

Proyek Peningkatan Jalan Sidoarjo – Bratayuda, Waykanan Diduga Bermasalah

Keadaan kondisi jalan Sidoarjo- Bratayuda
Kondisi Jalan Sidoarjo – Bratayuda, Waykanan

Lintasberita.id- Seorang pekerja proyek apalagi anggaran yang memang bersumber dari negara memang dari pekerjaannya harus sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pelaksana pengerjaan proyek untuk mencapai keuntungan yang maksimal tentunya tanpa harus mengurangi kualitas dari pekerjaan yang dikerjakan.

Perencanaan pekerjaan adalah fondasi sebuah proyek. Tanpa rencana yang matang, pengerjaan tidak akan berjalan lancar dan akan ada banyak masalah yang bisa menghambat pengerjaan proyek.

Beberapa aspek yang perlu di rencanakan adalah anggaran, jadwal pengerjaan dan pengelolaan bahan material serta alat-alat proyek.

Sesuai temuan tim investigasi media ini beberapa pekerjaan yang sudah dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) bersumber dari anggaran Tahun 2018 pada dinas tersebut, teridentifikasi bermasalah.

Salahsatunya pekerjaan yang berjudul “Peningkatan Jalan Sidoarjo – Bratayudha, Kecamatan Balambangan Umpu” dengan nilai pagu anggaran Rp5 Miliar, diduga syarat dengan masalah.

Hasil temuan tim, pekerjaan itu dikerjakan oleh PT Firnando Aksal Karya, yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, Gang B Nuri No. 19, Gedong Air – Bandarlampung.

Sesuai dengan dokumen Unit Layanan Pengadaan (ULP) tertanggal 9 Februari 2018 dengan nomor 009/11/ULP-WK/2018, pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT Firnando Aksal Karya, dengan pagu penawaran Rp4,9 Miliar atau kurang lebih 0,8 dari pagu anggaran.

kondisi jalan rusak, retak dan berlobang

Setelah melakukan beberapa tahap kerja mulai dari evaluasi kualifikasi, pembuktian kualifikasi dan lain-lain bernomor 010/BAPK/POKJA I-KTR/ULP/2018, maka pertanggal 9 Mei 2018 dibuat berita acara pembuktian klarifikasi dan negosiasi nomor 010/NEGO/POKJA I-KTR/ULP/2018 maka kelompok kerja 1 konstruksi ULP Pemkab Waykanan memutuskan perusahaan tersebut sebagai pemenang lelang.

Setelah kurun waktu dari penandatanganan surat perintah kerja sampai dengan proses pekerjaan dan masa pemeliharaan, hasil pantauan redaksi media ini diidentifikasi dugaan masalah.

Masalah tersebut diduga dari hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dan menyebabkan belum satu tahun pekerjaan sebagian badan jalan rusak parah, dalam hal ini tim investigasi meminta kepada pihak-pihak terkait melakukan audit ke lapangan.

Dasar audit tersebut, berdasarkan daftar kuantitas yang telah ditetapkan seperti, daftar kuantitas galian perkerasan berbutir sebesar 105,8 M3, Lapis Pondasi Agregat A sebesar 672,0 M3, Lapis Pondasi Agregat B 794,5 M3, Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair 12,100 Liter, Lapis Perekat – Aspal Cair 487,5 Liter, Laston Lapis Antara(AC-AB) sebesar 1684,3 Ton, Lapis Pondasi/Perata Penetrasi Macadam 17,5 M3.

Selain daftar kuantitas diatas, ada juga spesifikasi Beton Mutu Sedang sebesar 1,8 M3, Baja Tulangan U 24 polos sebesar 189,2 Kg dan Pasangan Batu 7,9 M3.

Dari beberapa keterangan kualifikasi pekerjaan dan penjelasan dari tim investigasi media ini, pekerjaan peningkatan jalan Sidoarjo – Bratayudha, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Waykanan ini diduga syarat dengan masalah yang terdokumentasi dari beberapa foto yang ditampilkan dari kondasi terkini di lapangan.

Tim meminta keterangan terkait hasil temuan kepada pihak-pihak terkait seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Waykanan, Ali Rahman melalui telepon genggamnya bernomor 08127292xxx dan Kepala Bidang Binamarga Romi Aprizal bernomor 082376741xxx tapi tak satupun yang bisa dihubungi. (Tim)

Add Comment

Click here to post a comment

− 1 = 1

Lintas Berita di Twitter