Headline Kriminal

Punya Hutang, Napi Rutan Wayhui Diikat Di Pohon Palem

foto: istimewa
Gambar keadaan napi an. Apriansyah saat di ikat di pohon.

lintasberita.id- Seorang Narapidana (Napi) yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Wayhui, Lampung Selatan, diduga mendapatkan perlakuan diskriminasi dan intimidasi oleh salah seorang oknum petugas Rutan setempat. Ia diikat di sebuah pohon palem kelapa dengan posisi dua tangan diikat menggunakan platic ties.

Menurut informasi yang diterima lintasberita.id, bahwa Napi tersebut bernama Apriansyah yang terjerat kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dinas Sosial (Dinsos) Bandar Lampung dan mempunyai sangkutan hutang kepada seseorang diluar rutan. Namun orang diluar tersebut merupakan keluarga dari oknum pegawai Rutan berinisial J. Perbuatan tersebut dilakukan agar Apriansyah membayar hutangnya kepada salah satu keluarga (Makcik/ bibi) dari J.

“Benar ada tindakan yang tidak profesional dan diskriminasi yang di lakukan oleh petugas Rutan,” kata Kasi Pelayanan Rutan Andi Gunawan di Bandar Lampung. Rabu (4/9/2019).

Menurut Andi, pihaknya saat ini sudah memeriksa oknum petugas Rutan maupun warga binaan, selanjutnya akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Sanksi yang akan dilakukan tersebut tergantung dari tingkat pelanggaran yang dilakukan petugas maupun warga binaan.

“Untuk masalah hutang piutangnya sendiri sudah diselsaikan secara kekeluargaan, jadi hutangnya itu dengan Makcik dari petugas kami ini, beli rumah dari tahun 2017, rumah belum dapat tapi uang sudah di bayar, petugas ini jadi tidak profesional. Nilai hutangnya Rp80 juta,” kata Andi.

Andi juga mengatakan, terkait lamanya Napi yang diikat di pohon, Ia menyatakan tidak tidak sampai seharian, itu dilakukan hanya lantara petugas kesal dijanjikan akan di bayar hutang tersebut.

“Jadi ini hanya kesel saja di janjikan, bukan yang berhari- hari, gak., cuma di foto dah, gak lah kan kalau warga binaan jam lima seteril sudah masuk ruangan, itu pun petugas curi -curi, kalau saya tau saya langsung keluar,” timpal Andi.

Terkait kepemilikan handphon, pihaknya mengaku sudah memeriksa semua, dan sudah merazia di kamar A5 yang letaknya persis didepan tempat kejadian, pihaknya juga tidak membenarkan alat komunikasi tersebut beredar di Rutan, pihaknya juga sudah melakukan razia satu minggu dua kali razia kesetiap kamar. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

+ 77 = 79

Lintas Berita di Twitter