oleh

PUPR Tubaba Minta Proyek SPAM Way Kenanga Di Bongkar Ulang

Lintasberita.id – Sikapi sejumlah permasalahan pada pekerjaan pembangunan sumur dalam terlindungi diprogram Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) tahun 2021 di Tiyuh (Desa) Agung Jaya dan Marcu Buana, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat pastikan bahwa proyek tersebut harus dibongkar ulang.

Dikatakan Rihmi, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Tubaba yang sekaligus menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan tersebut menegaskan pihaknya tidak akan menerima pekerjaan tersebut sebelum dibongkar ulang dan dikerjakan kembali dengan mengganti seluruh clamp saddle pada pemasangan pipa yang diduga ada unsur akal-akalan dari pihak kontraktor sebagai rekanan Dinas PUPR Tubaba.

“Kami perintahkan agar pekerjaan tersebut dibongkar ulang, jika tidak maka pekerjaan tersebut tidak akan kami terima, karena tidak ada yang saya minta dari mereka, mau yang ngerjain Jin, mau yang ngerjainnya Setan tidak ada urusan, kalau nggak di bongkar maka tidak akan kami terima. Ini serius, tidak main-main kita,” tegas Rihmi saat dijumpai diruang kerjanya yang juga didampingi oleh Nurul, sebagai Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) pada program SPAM tahun 2021. Selasa (24/08).

Dirinya berkata seharusnya dari awal pihak kontraktor sudah harus mengganti clamp saddle yang memang tidak cocok dengan pipa yang akan digunakan pada pembangunan sumur dalam terlindungi tersebut.

“Padahal kalau dari awal diganti tidak akan seperti ini, pusing juga saya, makanya langsung kita tegur dan di intruksikan harus dibongkar dan diganti semua clamp saddlenya. Padahal kalau dari awal diganti paling juga selisih 10 ribu rupiah sampai dengan 15 ribu rupiah per bijinya, jika ditotal semua paling besar 1 juta rupiah sampai 1.5 juta rupiah saja,” terangnya.

Rihmi juga meminta agar semua pihak ikut serta dalam mengawasi pekerjaan pembangunan dikabupaten Tubaba terlebih pembangunan Sumur bor terlindungi di Kecamatan Way Kenanga.

“Saya harap kita sama-sama mengawasi, kalo ada yang tidak benar saya pastikan tidak saya terima pekerjaan itu dan harus dibongkar, intinya saya tidak mau kesalahan dan saya mau hidup enak serta tidur nyenyak, jadi mulai dari sekarang kalau ada temuan-temuan silahkan diawasi dan diberitakan ngga ada masalah, karena paling saya mau dikasih duit berapa sih, misalnya paket itu nilai 900 ribu terus saya dikasih 1% misalnya cuma 9 ribu. apa mungkin saya kerja sendiri dan ngga ngasih yang lain, paling dapet saya berapa, dua atau tiga ribu misalnya, ini kita fer-feran aja kita ngomongnya,” cetus Rihmi.

Yang pasti, Tambah Rihmi, terkait pembangunan Sumur dalam terlindungi di Way Kenanga tepatnya di Tiyuh Agung Jaya sudah di intruksikan untuk dibongkar dan diganti semua clamp saddlenya jika tidak maka di pastikan pihak PUPR Tubaba tidak akan menerimanya hasil pekerjaan yang dikerjakan CV.Lembak Indah dengan Nomor Kontrak :006/09/ KONTRAK/PU/TUBABA/ III/2021 tersebut. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed