oleh

PWI Tubaba Sesalkan Tindakan Arogansi Oknum Polisi

Ketua PWI Tulang Bawang Barat, Edi Zulkarnain

lintasberita.id- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyayangkan atas tindakan arogansi dan menghalangi kerja wartawan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Tulang Bawang (tuba) yang merasa risih dan tersinggung saat ditanya oleh dua orang wartawan yang sedang bertugas di wilayah setempat.

Ketua PWI Tubaba Edi Zulkarnain menuturkan, bahwa profesional seorang wartawan dituntut dalam mencari, memperoleh dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Wartawan bekerja dan menulis berita secara objektif dan tidak memiliki pandangan lain demi kepentingan pribadi. Sanksi hukum dan etika pasti diberikan kepada wartawan yang menyimpang dari undang-undang dan Kode Etik Jurnalistik.

“Biarkan kami wartawan bekerja dengan kebebasan yang dimiliki, jangan dihalangi apalagi disakiti, jangan diremehkan dan dilecehkan. Kebebasan Pers salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berazaskan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum Pasal 2 Undang-Undang Pers. Kebebasan pers bukan liar dan tanpa batas, sehingga mereka tidak perlu ditindak tegas dengan cara-cara yang bringas, berkata dengan nada negatif,” kata Edi Zulkarnain, saat menggelar rapat bersama sejumlah pengurus PWI Tubaba, Jum’at (26/7/2019).

“Padahal tugas wartawan sangat mulia Pasal 3 dan 6 undang- undang Pers, kami wartawan juga memiliki tugas mencerdaskan masyarakat melalui penyampaian informasi atau berita melalui media, mempopulerkan sesuatu atau seseorang yang selama ini belum dikenal, menguak fakta dan realita yang tersembunyi, yang secara terus menerus kami lakukan,” timpal Edi zulkarnain.

Edi menambahkan, profesi wartawan adalah bukan pekerjaan yang dilakukan sembarangan tanpa moral dan intelektual, wartawan bekerja dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan undang-undang pokok Pers serta memiliki sertifikasi kompetensi.

“Tidak ada alasan untuk melecehkan dan menghambat tugas wartawan kalau mereka menjalankan tugas secara profesional di lapangan,” terangnya.

Menanggapi kejadian yang di alami oleh wartawan yang di duga di halangi oleh oknum anggota Polres Tuba saat kedua wartawan tersebut sedang melaksanakan peliputan di Tugu Ratto Nago Besanding Tubaba tersebut, dirinya berharap agar ada tindakan tegas agar tidak terulang kembali.

“Kami berharap pihak Kepolisian dapat memberikan teguran keras kepada oknum tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, baik kepada media tempat wartawan itu bertugas atau secara langsung kepada organisasi tempat wartawan tersebut bernaung,” pintanya. (Khoiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed