oleh

Residivis Narkoba, “Wuh.! Empat Belas Tahun”

lintasberita.id- Terdakwa Miswadi alias Terong (35) seolah tak terima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maulana, S.H., lantaran telah menuntutnya dengan pidana penjara selama 14 tahun dan denda Rp80 juta usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tajungkarang, Rabu (16/10/2019).

“Wuh.! empat belas tahun,” kata terdakwa sembari meninggalkan ruang persidangan.

Saat persidangan berlangsung, dihadapan majelis hakim yang di ketuai oleh Yus Enidar itu, Jaksa penuntut menuntut terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang di atur dan di ancam pidana dalam pasal 112 Ayat (2) Undang- undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Miswadi alias Terong Bin Satun, berupa pidana penjara selama 14 tahun dikurangi selama terdakwa berada di tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan pidana denda Rp. 800juta subsidair selama tiga bulan penjara,” kata Jaksa Penuntut.

Dalam surat tuntut jaksa penuntut, bahwa pada hari Jum’at 21 Juni 2019, dirumah terdakwa Jl. Tirtasari Gg. Kutilang, Way Kandis Bandar Lampung ditemukan 5 gram narkoba jenis sabu berupa dua plastik bening ukuran sedang dan tiga bungkus plastik kecil dengan berat total 6,74 gram.

Terdakwa menjalankan aksinya tersebut atas instruksi Bul yang saat ini masih menjadi DPO pihak Kepolisian. Residivis kasus narkoba itu juga selalu menuruti perintah Bul yang memintanya untuk menemui seseorang di Pom Bensin Antasi, yang kemudian menyerahkan amplob berisikan narkoba jenis sabu.

Kemudian sabu di bawa kerumah terdakwa, dan atas perintah Bul sabu di bagi menjadi tiga paket ukuran, dan terdakwa mengantarkan kepada orang yang ingin membelinya sesuai instruksi dari Bul. Aksinya terhenti setelah anggota Ditres Narkoba Polda Lampung berhasil menangkapnya. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed