Headline Kriminal

Saksi Wawan Sebut Khamami Dan Kadis Ikut Request Rekanan Proyek

foto: eko
khamamibersama istri saat sidang di scorsing

lintasberita.id- Lanjutan sidang suap fee proyek Dinas PUPR Mesuji kembali di gelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang dengan tiga orang terdakwa yakni Bupati Mesuji (Nonaktif) Khamami, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat adik kandung dari Khamami. Kamis (18/7/2019).

Sidang dengan Majelis Hakim yang di ketuai oleh Hakim Siti Insirah tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Namun pada sidang kali ini, kesaksian yang dimaksud yakni ketiganya menjadi saksi antara satu sama lainnya.

Dihadapan Majelis Hakim, Wawan Suhendra menceritakan bahwa lis penerima proyek yang ada saat itu merupakan reques dari Bupati Khamami dan Kadis PUPR Mesuji, Najmul Fikri.

“Saya diperintah Kadis untuk membuat lis paket, disitu ada nomor, mama paket, nilai paket dan siapa yang mengerjakan. Jadi sebelumnya sudah ada caolonnya, kata Kadis itu request pak Bupati ‘Paket ini di kasih kesini, paket itu di kasih kesini’. Pak kadis yang menyampaikan kepada saya,” kata Wawan Suhendra.

Ia juga menjelaskan, bahwa lis yang sudah dibuatnya itu kemudian di berikan kepada Kadis, dan oleh Kadis kemudian diverifikasi, setelah itu baru di serahkan kepada Bupati dan diverifikasi kembali. Selain itu Ia juga mengaku bersama Kadis langsung menghadap Bupati untuk menyerahkan lis tersebut, hingga ada beberapa nama yang di coret dan tidak mendapatkan proyek.

“Saat itu ada yang di setujui dan tidak di setujui. Yang di setujui seperti Kardinal, Kejati, nama Pak Kapolda, nama Kejari, Iwan Jananta, Rizon, Taufik Hidayat, Ayi. Dan yang di coret seperti nama Lukman Tengah, Lukman Jaeni, itu di tolak pak Bupati,” terang Wawan Suhendra.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Kurniawan juga mempertanyakan terkait kesepakatan fee 12% dari rekanan setelah dipotong pajak.

“Nilai komitmen fee merupakan kesanggupan dari rekanan, Silvan (Anak Buah Sibron Aziz,-red) menyampaikan 12% di potong pajak, saya sempat menawar apa gak bisa naik lagi, tapi Silvan bilang ‘Bisanya segitu bos’, saya sampaikan ke Kadis, dan malamnya kita ngadap Bupati, saat itu Bupati bilang, ‘Ya sudah kalau kesanggupan mereka hanya segitu,” jelas Wawan Suhendra.

Selain itu, Jaksa Wawan Kurniawan juga menanyakan bagaiman cara mengambil sisa fee kepada Khamami sebesar 12% dari realcost terhadap 4 paket pengadaan yang dimenangkan PT Jasa Promix Nusantara dan CV. Sesilia Putri sebesar Rp1.280.000.000.

“Sebelumnya kardinal menanyakan kepada saya, terkait sisa uang fee proyek, namun saya tidak berani. Kemudian saya kordinasi dengan Kadis namun juga tidak sanggup. Kadis bilang jika bisa Kardinal langsung atau kasih kepada orang dekat pak Bupati,” jawab Wawan Suhendra.

Sehingga pengambilan sisah uang fee proyek tersebut menjadi urusan dari Kardinal dan orang-orang yang dekat dengan Bupati saat itu, yakni Taufik Hidayat, Maidarmawan dan Farikh Basawad alias Paing. (Eko)

Add Comment

Click here to post a comment

58 + = 60

Lintas Berita di Twitter