oleh

Sekda Pesibar Ikuti Video Confrence Menko Polhukam

Lintasberita.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengikuti video confrence Menko Polhukam terkait penyelenggara Pilkada dengan tema Refleksi dan proyeksi pelaksana pilkada serentak tahun 2020, di OR Batu Gughi, Senin (14/12/2020).

Dalam Kesempatan tersebut, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan, bahwa Pilkada harus aman dari gangguan konvensional seperti konflik, kekerasan, politik uang maupun pelanggaran pidana lainnya. Selain itu, Pilkada juga harus aman dari penyebaran Covid-19.

“TPS tidak lebih dari 500 orang, pemilih diatur sesuai dengan aturan yang berlaku, petugas TPS harus dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) serta harus menyediakan masker dan tempat cuci tangan. Pemilih yang sudah menyalurkan hak suara tidak lagi mencelupkan salah satu jarinya. Namun, tinta akan diteteskan sebagai tanda sudah menggunakan hak pilih,” ujar Tito

Yang boleh tinggal, lanjutnya, hanya saksi-saksi saja sehingga transparansi tetap ada dan petugas TPS pun harus mendokumentasi, saksi juga boleh mendokumentasi, merekam, tapi yang lain harus kembali supaya tidak terjadi kerumunan massa. Terkait pengamanan dan logistik, Kemendagri meminta seluruh jajaran TNI-Polri untuk bersinergi dengan KPU, Bawaslu, Satpol PP, maupun Perlindungan Masyarakat (Linmas), Mengawal setiap tahapan.

Sementara, Menko Polhukam, Mahmud M.D tentang Refleksi dan proyeksi pelaksana pilkada serentak tahun 2020, dapat berlangsung dengan baik walaupun berada ditengah-tengah Covid-19. Berdasarkan data Siwaslu (Sistem Pengawasan Pemilihan Umum) Bawaslu RI bahwa penggunaan hak pilih pada pemilihan Gubernur sebesar 82% sedangkan pada Pemilihan Bupati/Walikota 83%,sementara dari KPU RI masih dalam Proses Rekaptulasi.

“Apabila angka tersebut tidak berubah, maka tingkat partisipasi pada pilkada tahun 2020 telah tinggi dari Pilkada sebelumnya yang mana berkisar sebesar 73,24%. Angka penggunaan hak pilih dari Bawaslu RI tersebut juga menjawab target partisipasi pada Pilkada sebesar 77,5%, bahkan melebihi target. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran dari berbagai pihak akan turunnya tingkat pemilih pada Pilkada serentak Tahun 2020,” kata Mahfud MD. (Ton/Ko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed