oleh

Sekda Saipul : Ampun, Silahkan Tanyakan Ke Dinas Terkait

Sekda Kab. Way Kanan Saipul doc. Net

lintasberita.id- Polemik proyek Peningkatan Jalan Sidoarjo – Bratayudha, Kecamatan Blambangan Umpu, Waykanan masih terus bergulir. Pasalnya peningkatan jalan yang menggunakan anggaran APBD 2018 keadaannya saat ini sangat memprihatinkan.

Tak tanggung- tanggung, pekerjaan yang berjudul “Peningkatan Jalan Sidoarjo – Bratayudha, Kecamatan Blambangan Umpu” bernilai fantastis dengan nilai pagu anggaran Rp5 Miliar, dikerjakan oleh PT Firnando Aksal Karya, yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, Gang Burung Nuri No. 19, Gedong Air – Bandar Lampung.

Keadaan kondisi jalan Sidoarjo- Bratayuda

Sesuai dengan dokumen Unit Layanan Pengadaan (ULP) tertanggal 9 Februari 2018 dengan nomor 009/11/ULP-WK/2018, pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT Firnando Aksal Karya, dengan pagu penawaran Rp4,9 Miliar atau kurang lebih 0,8 dari pagu anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Way Kanan Saipul, S.sos mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui teknis dari pengerjaan proyek yang dimaksud. “Saya selaku Sekda hanya tau mengenai sistem penganggarannya saja, tapi dalam dalam sistem pelelangan, hingga penetapan pemenang rekanan proyek, teknis pengawasan, teknis perencanaan, dan pelaksanaan tidak paham,” kata Saipul melalui sambungan Teleponnya, Senin (22/7/2019).

“Secara teknis saya tidak juga mempunyai bahan dan tidak paham terkait proyek tersebut, jadi saya tidak paham secara teknis jalan itu bisa rusak, rusaknya seberapa, seperti apa, apakah sudah lepas atau masih dari tanggungan retensi dana, ya kan saya gak punya data itu,” timpal Saipul.

Saipul juga menyarankan untuk mengkonfirmasi permasalahan tersebut kepada pihak terkait, seperti Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK), Pokja, Kabid Binamarga Dinas PUPR Waykanan, dan Kadis PUPR Way Kanan.

“Jika saya tanya dengan mereka, saya tidak bisa menjelaskan, karna bicara teknis saya tidak paham. Nanti salah juga saya. Bukan gak mau, kalau saya terbuka,” terangnya.

“Kalau saya teknis gak paham, ampun minta maaf lah saya. Kalau saya menyerah betul, bagaimana mau menjelaskannya, coba di telusuri PPK nya, ada Kabid Binamarganya, atau Ke Kadisnya,” kata Saipul.

Keadaan kondisi jalan Sidoarjo- Bratayuda

Terkait munculnya masalah tersebut, diduga dari hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dan menyebabkan belum satu tahun pekerjaan sebagian badan jalan rusak parah, dalam hal ini tim investigasi meminta kepada pihak-pihak terkait melakukan audit ke lapangan.

Dasar audit tersebut, berdasarkan daftar kuantitas yang telah ditetapkan seperti, daftar kuantitas galian perkerasan berbutir sebesar 105,8 M3, Lapis Pondasi Agregat A sebesar 672,0 M3, Lapis Pondasi Agregat B 794,5 M3, Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair 12,100 Liter, Lapis Perekat – Aspal Cair 487,5 Liter, Laston Lapis Antara(AC-AB) sebesar 1684,3 Ton, Lapis Pondasi/Perata Penetrasi Macadam 17,5 M3.

Selain daftar kuantitas diatas, ada juga spesifikasi Beton Mutu Sedang sebesar 1,8 M3, Baja Tulangan U 24 polos sebesar 189,2 Kg dan Pasangan Batu 7,9 M3. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed