oleh

Sidang Daging Celeng, Tarmizi: Tuntutan Jaksa Masih Terlalu Tinggi

Terdakwa Hermanto saat menjalani sidang mendengar tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

lintasberita.id- Hermanto (33), warga Marta Jaya OKU, Sumtera Selatan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ponco Santoso, SH, selama satu tahun enam bulan penjara. Terdakwa diadili karena membawa daging Celeng (Babi hutan) sebanyak empat ton tanpa informasi yang benar dan surat-surat yang sah.

Penasehat hukum terdakwa Tarmizi, S.H. mengatakan, bahwa terkait tuntutan oleh Jaksa Penuntut kepada kliennya itu, menurutnya masih terlalu tinggi. Maka pihaknya akan mengungkap fakta- fakta persidangan dalam pembelaan terdakwa pada sidang yang akan digelar pada minggu depan.

“Tadi terdakwa dituntut satu tahun enam bulan penjara, menurut kami masih terlalu tinggi. Kita minta waktu satu minggu untuk membuat pembelaan, harapan kita nantinya bisa melihat fakta -fakta persidangan dan juga bisa memberikan keringan terhadap terdakwa,” ungkapnya usai persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang Bandar Lampung. Rabu (18/9/2019).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut sebelumnya, bahwa terdakwa Hermanto pada hari Minggu tanggal 28 April 2019 sekira jam 17.30 bertempat di Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan membawa daging celeng sebanyak 4.000 Kg atau 4 ton dengan menggunakan kendaraen truk jenis Mitsubishi Colt Diesel warna kuning dengan Nomor Polisi BG 8997 YA, tanpa perlengkapan dan izin yang sah.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara yakni pada Sabtu 27 April 2019 sekira jam 11.00 Wib, terdakwa mendapat telepon dari Iwan (Belum tertangkap) untuk memuat daging celeng ke Solo. Jawa Tengah.

Kemudian Iwan memerintahkan terdakwa membeli semangka dan jerami, satelah itu terdakwa diperintahkan langsung menuju SPBU didaerah Kenten Palembang. Sesampainya disana, terdakwa sudah ditunggu seseorang bemama Encik (Belum tertangkap), kemudian Truk jenis Mitsubishi Coll Diesel wama kuning Nomor Polisi BG 8997 YA dengan STNK atas nama Wayan Merta Yasa yang dikendarai terdakwa dibawa oieh Encik dan sopirya menuju gudang dan terdakwa disuruh menunggu di SPBU.

Sekira pukul15.00 WIB, Encik bersama sopirya kembali ke SPBU di tempat terdakwa menunggu dan mobil sudah berisi muatan daging celeng yang ditutupi semangka.

Seianjutnya terdakwa berangkat menuju ke Solo, dalam perjalanan didaerah Terbanggi Besar, terdakwa menelepon Dasun sebagai sopir cadangan menggantikan terdakwa, lalu terdakwa sampaikan kepada Dasun untuk ikut muat semangka ke Jawa. Dasun menyanggupi dan kemudian bertemu di pintu tol Terbanggi Besar, dan selanjutnya terdakwa melanjutkan perjalan menuju Bakauheni.

Kemudian pada hari Minggu (28/4) sekira jam 17.30 saat terdakwa sampai di Pelabuhan Bakauheini, terdakwa didatangi petugas Balai Karantina dan memeriksa muatan yang dibawa terdakwa. Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan serbuk gergaji dan dibawahnya ditemukan daging Celeng sebanyak 4 ton yang diatas daging celeng tersebut ditutupi dengan buah semangka.

Selanjutnya muatan dan nobil ditahan petugas untuk pemeriksaan lanjutan dan menurut pengakuan terdakwa, dia dijanjikan upah sebesar Rp7 juta dan baru dibayarkan Rp3 juta, sisanya bila barang sudah sampai tujuan di Solo. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed