oleh

Sidang Ganja, Riski Dihukum 20 Tahun Penjara

lintasberita.id- Riski Saputra alias Sungkai (22) warga Dusun III Takwa Sari, Natar Lampung Selatan nampaknya harus lebih lama lagi merasakan dinginnya jeruji besi dalam penjara, setelah Majelis Hakim yang diketuai oleh Ismail Hidayat memvonisnya dengan pidana penjara selama 20 tahun.

“Terdakwa Riski Saputra alias Sungkai Bin Basir dijatuhi hukuman pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 Milliar, apa bila tidak dibayarkan maka diganti dengan enam bulan kurungan,” kata Ismail Hidayat, Kamis (21/11/2019).

Atas putusan Majelis Hakim tersebut, terdakwa Riski Saputra menyatakan menerima, kemudian Jaksa Penuntut Umum yang diwakilkan oleh Rosman Yusa juga menerimanya.

Diketahui, dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Sabi’in, menuntut terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup, jaksa menilai bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika sebagai mana dimaksud dalam pasal 111 ayat (2) dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman.

Sebagaimana dimaksud pada ayat (1), beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon, sebagai mana dalam dakwaan alternatif kedua melanggar pasal 132 ayat (1) Jo pasal 111 ayat (2) Undang- undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam dakwaan jaksa sebelumnya, berawal pada 26 Oktober 2018, terdakwa yang masih berada didalam Lapas kelas II A Metro dihubungi oleh Pak Cik (DPO), bahwa ada ganja yang akan sampai di lampung dan meminta terdakwa untuk mencarikan tempat untuk menyimpan.

Terdakwa kemudian menghubungi Ari Wanto Alias Atin Alias Bat (DPO) yang merupakan kakak kandung terdakwa, meminta untuk mencarikan tempat menyimpan ganja. Kemudian terdakwa diarahkan untuk menghubungi Darwin (DPO), terdakwa kemudian menghubungi Darwin melalui nomor yang diberikan oleh Ari Wanto dan Darwin tidak keberatan ganja disimpan dirumahnya.

Pada tanggal 27 Oktober 2018 Ari Wanto dan Darwin menemui supir mobil truck suruhan Pak Cik di perkebunan sawit Natar, setelah bertemu kemudian mobil diarahkan ke rumah di Jalan Dahlia 2 Kecamatan Natar, sesampainya di rumah Darwin langsung dilakukan pembongkaran dan memasukan ganja tersebut kedalan rumah. Terdakwa kemudian mendapat kiriman uang sebesar Rp5 juta dari Pak Cik, oleh terdakwa kemudian ditransfer kepada Darwin Rp700 ribu.

Pada 02 November 2018 sekitar jam 17.00 Wib petugas Kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mendatagi dan menjemput terdakwa yang saat itu berada di kamar 05 Blok D Lapas Kelas II A Metro. Hasil penangkapan terdawa polisi berhasil mengamankan barang bukti 400 paket besar daun ganja kering. (eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed