oleh

Sidang Kembali Ditunda, Penasihat Hukum Optimis Sunena Bebas

lintasberita.id- Sidang kasus pencemaran nama baik melalui media sosial dengan terdakwa Sunena Binti Saman (29) untuk kedua kalinya ditunda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri 1A Tanjungkarang. Meski merasa kecewa, namun Penasihat Hukum terdakwa Heris Kurniawan, SH., tetap optimis terdakwa bisa bebas dari hukuman.

“Dua kali ditunda ya kecewa, kasihan juga dengan terdakwanya, meskipun saat ini beliau tidak ditahan, tapi harus bolak- balik menunggu kepastian dari majelis hakim. Kalau kita berharap terdakwa bisa bebas,” kata Heris didampingi Iskandar, SH. dan Deswita, SH., Rabu (20/11/2019).

Heris menjelaskan, bahwa penundaan hingga kedua kalinya oleh Majelis Hakim ini lantaran berkas atau kalimat yang belum selsai pada hasil putusan itu, dan harus mempertimbangkan lagi putusan yang akan di ambil oleh Majelis Hakim.

“Kalau kemarin sidang ditunda dengan alasan Jaksa Penuntut Umum yang menandatangani tuntutan yang tidak hadir, saat ini ada berkas atau kalimat dalam putusan yang belum selsai dan harus dipertimbangkan lagi putusannya, musyawarah lagi hakimnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Eka Aftarini, SH.MH. dengan tuntutan selama dua tahun, enam bulan (30 bulan) penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider satu bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa di tahan.

Jaksa penuntut menyatakan, bahwa terdakwa Sunena, yang merupakan warga Jl. Timbal Palapa X no 3 Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura Bandar Lampung telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (1) Undang- undang No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Informasi dan Teransaksi Elektronik (ITE).

“Terdakwa Sunena Binti Saman bersalah melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau menyransmisikan dan/atau membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan /atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,” kata Jaksa.

Sebelum menuntut terdakwa, Jaksa Penuntut mempertimbangkan beberapa hal, yakni hal yang memberatkan adalah terdakwa telah mencemarkan nama baik saksi korban dan merugikan saksi korban Masayu Thesi Defalia (Bidan Echi, A.md Keb.), terdakwa berbelit -belit dalam persidangan dan tidak ada perdamaian antara korban dan terdakwa. Serta hal yang meringakan yakni terdakwa sopan dalam persidangan dan belum pernah di hukum.

Dalam surat tuntutan Jaksa, bahwa saksi Masayu Thesi Defalia saat berulang tahun pernah di ajak ke karaoke di panjang yakni ada tiga perempuan dan tiga laki- laki. Saksi merasa tidak suka setelah saksi tau tempat karaoke bukan karaoke keluarga.

Saksi marah karena mereka menyamakan saksi dengan pemandu lagu (PL) lantaran ketua Club Mobility bernama Ramdan terus memepet saksi, dan akhirnya saksi ribut dengan Ramdan dan Shobirin yang merupakan suami dari terdakwa. dan saksi dan terdakwa juga pernah ribut di grub Whatsapp Club Mobility (club honda mobilio) dan akhirnya berujung saling melapor ke Polisi.

Berdasarkan fakta- fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi- saksi, keterangan terdakwa serta barang bukti, bahwa terdakwa telah memposting 2 buah foto di akun lnstagram nena_shabirin yang mana gambar pertama adalah foto plang papan nama BIDAN ECHI, Amd Keb. (Masayu Thesi Defalia) No. SIPB.441.6.348.09.2013 Jl. Saleh Raja Kesuma Yudha Sukarame 2 Teluk Betung Barat.

Status terdakwa bertuliskan, “Bidan Batuputu keluar dan mobility untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan Cuma tameng aja aslinya jobong”.

Pada foto kedua akun nena_shabirin memposting foto saksi Masayu Thesi Defalia yang dalam posisi duduk di lantai sedang memilih baju dan terdakwa menulis status “Bidan Batuputu keluar dan mobmty untuk mencari mangsa baru, dia ini dengan rumah tangga orang lain, jadi bidan Cuma tameng aja aslinya jobong”.

Selain memposting, terdakwa kemudian menTAG/ menandai akun ecidefalia agar saksi korban dan orang- orang yang berteman dengan akun nena_shabirin melihat foto dan status tersebut. Perbuatan terdakwa tersebut diketahui pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 di Jl. S. Raja Kesumayudha Kel. Sukarame II Kec. Teluk Betung Barat Bandar Lampung oleh saksi Masayu Thesi Defalia. (Eko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed