oleh

Sidang Korupsi RSUD Pesawaran, Polda Lampung Masih BAP Taufiq.?

lintasberita.id- Polda Lampung hingga saat ini masih melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terhadap salah satu terdakwa kasus Korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran yang merugikan keuangan negara hingga Rp4,8 milyar.

Hal tersebut diungkapkan salah satu terdakwa yakni Taufiqurrahman selaku Kontraktor di pesidangan dengan Majelis Hakim yang di ketuai oleh Syansudin, di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Jum’at (13/3/2020).

Didalam persidangan, Taufiq mengatakan dengan lantang terkait dirinya yang saat ini masih terus di BAP oleh penyidik Polda Lampung, sementara saat ini dirinya masih menjadi terdakwa dan menjalani persidangan kasus Korupsi RSUD Pesawaran.

“Kenapa masalah ini terus di BAP, sementara saat ini saya masih di sidang, minggu kemarin mereka (Penyidik Polda, -red) masih terus mem-BAP saya. Jangan -jangan saya setelah putus di persidangan ini saya disidang lagi,” kata Taufiq.

Taufiq juga mengatakan, bahwa sekira seminggu dirinya masuk ke Rutan (Rumah Tahanan) rekening miliknya langsung di blokir.

“Padahal didalam BAP itu, sesuai dengan fakta persidangan berapapun kerugian negara, Rp4,8 milyar itu akan saya kembalikan, tiba-tiba Polda langsung menutup rekening saya, ada masalah apa.?,” kata Taufiq sembari menjadikan pertanyaan besar.

Taufiq juga merasa kecewa dengan perlakuan penyidik Polda, bahkan dirinya membandingkan dengan kasus mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang dalam perkaranya di terapkan sekaligus, tetapi saat ini dirinya diterapkan berbeda.

“Kenapa, saya bukan pejabat negara, hanya pengusaha, di terapkan pasal berbeda-beda, ada apa sebetulnya.?, kalau memang ini ada kaitannya dengan pencucian uang buktikan di persidangan ini, karna kemungkinan saksinya sama.” jelasnya.

“Saya merasa sedih beberapa hari ini, saya merasa terpukul, ya sudah terselah lah, saya mau menggembalikan kerugian negara yang dituduhkan kesaya hari ini, dari mana duitnya, uangnya di blokir oleh bank di atas perintah Polda,” kata Taufiq. (Hari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed