oleh

Stop Maling Uang Rakyat, KAKPP Dukung Terobosan HIPMI Lamtim

Lintasberita- Program bantuan sosial percepatan penanggulangan Covid-19 di Lampung Timur (Lamtim), dalam bentuk program sembako berasal dari APBD Kabupaten setempat tahun 2020 melalui Dinas Sosial bernilai sangat fantastis, yakni dengan anggaran kurang lebih Rp29,5 milyar untuk 28.023/ KPM (Keluarga Penerima Mamfaat).

Koordinator Komite Aksi Kawal Program Presiden (KAKPP), Herri Usman mengatakan, program sembako tahap pertama yang telah dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sangat merugikan rakyat maupun pemerintah. Dari anggaran yang dikeluarkan sebesar 150.000/ KPM, KPM hanya menerima 10 kg beras, 8 butir telur, minyak 450 ml, 4 bungkus mie instan dan sarden satu kaleng kecil.

“Kami mendukung HIPMI Lampung Timur yang berani mengajukan penawaran melalui PT Esa Lampung Jasatama dan CV Tiara Jaya mengajukan penawaran dengan jumlah pangan 10 kg beras,18 butir telur, 1 liter minyak goreng, 8 bungkus mie instan dan sarden 2 kaleng kecil, dan memberikan 2 persen keuntungan bersih dari 5 persen, kepada aparat desa,” kata Herri. Rabu (20/5/2020).

Pihaknya juga sangat mengapresiasi HIPMI Lampung Timur akan memberdayakan produsen beras dan peternak ayam bertelur lokal, karena menurutnya yang utama adalah peputaran ekonomi desa berjalan baik.

“Kami berharap kepada Bupati Lampung Timur memberhentikan PT MJM menjadi suplier program bantuan sosial Covid-19, dalam bentuk sembako di Lampung Timur, menurut kami sangat merugikan rakyat atau Pemerintah,” pungkas Herri. (Muntiri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed